Pagi di Sarvil
Kicau burung bernyanyi
Senandung lagu merdu
Di teras, atap, pohon-pohon
dan hinggap di kabel listrik depan rumah
Nyaring, merdu suaranya
Mencicit seperti paduan suara
Sesekali menyesap embun
Atau mencucuk sesuatu dari rumputan
Rejeki dari yang Maha mencukupkan
Hai burung cicit
Semangatmu luar biasa
Menyambut mentari yang perkasa
Melawan dinginnya udara
Tubuhmu riang menari
Di bentangan hari
Persembahan pagi yang menyentuh hati
Ah mata hati...
nikmat mana lagi yang tak kau syukuri...
Sabtu, 23 Juni 2018
Senin, 11 Juni 2018
RAMADHAN KAREEM
Duhai kekasih.. Kesedihan kembali hadir
Ketika engkau akan beranjak pergi
Perpisahan denganmu adalah luka
Ketika hati ingin memaksimalkan ibadah
Tapi dunia menyilaukan mataku
Duhai kekasih bilakah kita bertemu
Dibentang rindu 365 hari ke depan
Adakah umur hamba menjemputmu?
Wahai Ramadhan kareem...
Ijinkan kembali memelukmu
Ketika engkau akan beranjak pergi
Perpisahan denganmu adalah luka
Ketika hati ingin memaksimalkan ibadah
Tapi dunia menyilaukan mataku
Duhai kekasih bilakah kita bertemu
Dibentang rindu 365 hari ke depan
Adakah umur hamba menjemputmu?
Wahai Ramadhan kareem...
Ijinkan kembali memelukmu
Langganan:
Komentar (Atom)