Bismillah....
Apa yang terpikir di benak Sahabat Qiva tentang kista? Ya kista adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh benjolan berbentuk kapsul atau kantung dan terisi cairan, semisolid, atau material gas, yang dapat muncul pada jaringan tubuh kapan saja. Ukurannya bisa bervariasi , mulai dari sangat kecil (mikroskopik) hingga sangat besar. Benjolan yang berukuran besar bisa mengimpit organ dalam yang berada di dekatnya.
Kista bisa terjadi pada siapa pun, di usia berapa pun tanpa pandang bulu. Saya pribadi agak terkejut dan sedih pastinya ketika dokter memvonis bahwa di bagian sebelah kanan rahim terdapat miom. Begitu pula sebelah kiri terdapat kista. Dua hal yang terjadi bersamaan, meski keduanya memiliki status berbeda.
Awal Januari 2020 mulai terjadi gejala yang tidak biasa. Perut kanan bagian bawah selalu terasa sakit. Rasanya seperti ada yang menusuk-nusuk. Dari hari ke hari rasa sakit itu makin terasa. Namun karena aktivitas yang padat kadangkala rasa sakit itu sering diabaikan dan menganggap itu hanya sakit magh biasa. Begitu pula perubahan siklus datang bulan yang mulai tidak teratur. Yang biasanya hanya 4-5 hari. Berubah lebih panjang menjadi 10-15 hari. Kondisi fisik pun gampang sekali merasa lelah. Linu pada persendian dan kadang sering disertai demam. Kalau sudah begitu obat pereda biasanya saya pakai Sanmol karena menganggap itu gejala mau flu atau sakit biasa. Selebihnya dibawa istirahat dan makan dengan nutrisi yang cukup. Esoknya pulih seperti biasa.
Karena rasa sakit di perut sebelah kanan dan kiri semakin sering terjadi, saya pun memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter mengatakan ada kista ovarium di sebelah kiri. Ukurannya masih kecil hanya 2,4 cm dan Miom di sebelah kanan dengan ukuran 3,2 cm. Takut, sedih, cemas itu pasti ada. Takut karena mendengar kata kista dan miom itu seolah identik dengan kanker. Walaupun tidak semua benjolan seperti kista dan miom seberbahaya kanker. Sedih pastinya karena tidak menyangka bisa mengalami, dan cemas jika benjolan itu semakin membesar atau bahkan harus diambil tindakan operasi. Tapi sebagai seorang muslim yang percaya terhadap takdir Allah rasanya wajib saya tepis segala ketakutan, kesedihan, dan kecemasan yang ada.
Dokter memberikan obat penetral hormon, pereda nyeri, dan Visanne. Visanne adalah salah satu obat yang wajib saya konsumsi selama tiga bulan. Fungsinya untuk menghambat pertumbuhan kista dan miomnya. Harganya lumayan mahal sekitar 700rb satu box dengan isi 28 pil. Saya coba ikuti anjuran dokter untuk meminum obat tersebut selama tiga bulan.
Selama masa pengobatan itu dokter menyarankan saya betul-betul harus menjaga pola makan. Tidak memakan makanan yang berprotein tinggi. Tidak memakan makanan pedas, berpengawet, instan, berMSG, dan tentu saja makanan berlemak. Tiga hari awal saya betul-betul melakukan diet ketat. Hanya makan buah dan sayur. Untuk karbohidrat, saya ganti nasi dengan umbi-umbian. Alhasil di hari keempat badan terasa lemas karena tubuh masih membutuhkan sumber energi dari nasi. Alhamdulillah di saat kondisi tersebut, saya banyak berkonsultasi dengan beberapa teman yang juga pernah mengalami kista. Salah satunya menghubungi Atik Kurnia, sahabat yang selalu jadi teman curhat dan konsultasi tentang makanan. Tiap mau makan tak segan untuk bertanya makanan ini, makanan itu boleh dikonsumsi atau tidak. Makasih ya Tik, sharingnya dan nasi boleh tetap dikonsumsi karena dengan aktivitas yang padat tubuh tetap membutuhkan sumber energi. Selebihnya daging dan ayam diganti dengan ikan. Itu pun biasanya dipepes bukan digoreng. Pokoknya tiga bulan awal itu betul-betul peralihan pola makan. Yang biasanya sarapan dengan bala-bala dkk, ya terpakasa harus dialihkan ke buah.
Apakah pola dietnya betul-betul dijalankan 100%? Jawabannya tidak 100% karena tetap ada saja masa ketika tidak bisa menghindari ajakan teman untuk makan baso atau makanan yang kadang gak tahan untuk memakannya. Kalau sudah begitu langsung menelepon sahabatku Atik Kurnia, dan dengan bijaknya mengatakan "Boleh sesekali asal jangan terlalu sering..." hehe sahutnya.
Alhamdulillahnya, selama tiga bulan itu, rasa sakit di perut bagian bawah mulai berkurang. Namun siklus haid masih belum teratur. Di Bulan April saat bulan puasa, hutang puasa bertambah jadi 15 hari akibat panjangnya siklus haid. Karena masih terdapat keluhan haid yang tidak teratur, akhirnya di bulan Mei saat paket pertama pengobatan tiga bulan awal berakhir, saya kembali mendatangi dokter. Hasil USG menyatakan bahwa kista di sebelah kiri masih ada, pun miom di sebelah kanan. Deg....sedih pastinya. Namun sekali lagi pasrah kepada ketentuan Allah. Berpasrah bahwa Allah yang Maha menyembuhkan. Suuport penuh dari suami dan keluarga turut menyemangati diri. Apalagi saat nama saya disebut dalam doa-doa suami usai sholatnya. Bismillah keinginan sembuh karena Allah. Sembuh agar tetap bisa menjalankan segala aktivitas dan peran apa pun sebagai jalan ibadah.
Dari hasil pemeriksaan dokter di bulan Mei, saya mendapatkan obat penetral hormon, pereda nyeri, dan obat lain yang berfungsi menghentikan pendarahan. Obat Visanne tetap dokter anjurkan untuk tiga bulan berikutnya. Rutin saya konsumsi sebelum tidur sebanyak dua buah pil. Saya pun mengikuti anjuran dokter. Kembali melakukan diet ketat makanan meski sesekali tetap tidak bisa menahan diri untuk makan gorengan.
Pasca pengobatan, ada keinginan dalam hati untuk beralih ke pengobatan herbal. Apalagi masa pengobatan dari dokter sudah hampir mendekati enam bulan. Sahabatku Atik merekomendasikan produk HNI untuk penyembuhan kista dan miom. Satu paket pengobatan dari HNI berisi Mustika Dara, Gamat, Carnocap, Harumi, dan Madu. Akhirnya setelah genap enam bulan masa pengobatan dari dokter, saya pun beralih mengkonsumsi obat herbal untuk menyembuhkan kista dan miom. Alhamdulillah setelah minum obat-obat herbal itu, badan terasa lebih fit. Perut terasa adem dan sudah tidak merasakan nyeri perut di bagian kiri. Siklus haid pun teratur.
Dua paket sudah saya habiskan untuk menyembuhkan kista dan miom. Di bulan Oktober ini Biiidznillah saat saya kembali konsul ke dokter kandungan, Alhamdulillah kista dan miom saya sudah tidak ada. Rahim saya bersih dan dokter menyatakan bahwa kondisi saya baik-baik saja dan hasil USG menyatakan semua normal. Bersyukur ya Rabb....delapan bulan akhirnya terlewati dengan baik. Meskipun tetap PR terbesar tidak boleh terlena dan tetap harus menjaga pola makan dan olahraga teratur. Tidak boleh stress dan harus betul-betul menjaga kondisi tubuh. Alhamdulillah atas semua nikmat karunia dan sehatMu yang berharga ya Rabb...tetap berdoa semoga kita semua senantiasa mendapat perlindungan dan kesehatan selalu. Aamiin yaa rabbal alamiin..