Minggu, 26 November 2017

CARPE DIAM

Diam itu bukit yang bertengger di atas lelah
Diam itu gunung siap muntahkan jenuh
Diam itu bara kala amarah tiba
Diam itu batu berbalut lumut dan perdu


Diam itu emas
Jika pada tempatnya
Diam itu tembaga
Menyekam duka

Diam titik kulminasi dari ketakpedulian
Di antara rentetan kata yang hanya tercekat hingga tenggorokan
Diam yang tanpa jiwa
Menyimpan sejuta makna
Hanya orang-orang yang hatinya terbuka
Yang mampu mencerna




Rabu, 08 November 2017

MAWAR RINDU

Hey lama tak bersapa
Adakah rindu di sana
mengendap-endap di belantara jiwa
Timbul tenggelam dan kau coba enyahkannya
Bukankah segenggam rindu mampu bangkitkan asa
Kala raga lelah dari hiruk pikuk kota
Hirup, hirup wanginya
Sebuket mawar di beranda
Merahnya adalah gelora
Kala perjumpaan tiba

Mawar yang kau bawa
Rindu menebarkan aromanya..








Jumat, 03 November 2017

PEMAKNAAN DIRI

Kadang aku ingin menjadi beringin
kokoh, rimbun, dan burung bisa singgah kapan saja
Atau seperti cemara
Menjulang ke angkasa dengan eloknya
Bahkan aku iri pada pohon kelapa
Betapa semua tubuhnya berguna

Ini pemaknaan insan biasa
Yang dibekali akal luar biasa
Padahal dari rumput saja kita bisa belajar
Bahwa tumbuh tak harus ke atas
Menjalar ke bawah seperti ubi atau talas
Niscaya hidup lebih ikhlas





KITA SUDAH MEMILIH

Ini lintasan kita
Garis yang membentang 
Sejauh perjalanan
Kadang terseok,  merangkak,  dan terengah
Garis akhir teramat pongah
Jauh semakin jauh tak tersentuh

Ini lintasan kita
Seberapa sukar likunya
Tak tundukkan asa
Ditiap kelokannya ada seberkas cahaya

matahari,  bumi,  dan bulan
Beredar sesuai porosnya
Bahkan detak jarum jam pun sesuai putarannya
Begitu pun lintasan hidup kita
Biar alam yang menggerakannya

Ini lintasan kita
Kita yang memilihnya
Seberat apa pun beban di pundak
Kita memikulnya bersama dengan bijak