Diam itu bukit yang bertengger di atas lelah
Diam itu gunung siap muntahkan jenuh
Diam itu bara kala amarah tiba
Diam itu batu berbalut lumut dan perdu
Diam itu emas
Jika pada tempatnya
Diam itu tembaga
Menyekam duka
Diam titik kulminasi dari ketakpedulian
Di antara rentetan kata yang hanya tercekat hingga tenggorokan
Diam yang tanpa jiwa
Menyimpan sejuta makna
Hanya orang-orang yang hatinya terbuka
Yang mampu mencerna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar