Tangis yang pecah
Luka yang tak kentara
Malam bergayut
Larik puisi
Menyusuri gulita
Dada menyesak
Di gerbang ini
Akankah pulang?
Jumat, 27 April 2018
Kamis, 26 April 2018
RINDU TETAP PURBA
Untukmu wahai sebongkah hati
Di ruang mana kita bercakap
Leluasa mengurai musim
Rindu tetap mengendap
Begitu purba... Sunyi menikam
Aku mengunyah mimpi di beranda
Mulutku menyembur namamu
Di setiap ingatan
Merah saga
Di kepala
Dan kau tau
Jika malam tiba
Aku memanen mimpi di angkasa
Mengantonginya hingga fajar tiba
Di ruang mana kita bercakap
Leluasa mengurai musim
Rindu tetap mengendap
Begitu purba... Sunyi menikam
Aku mengunyah mimpi di beranda
Mulutku menyembur namamu
Di setiap ingatan
Merah saga
Di kepala
Dan kau tau
Jika malam tiba
Aku memanen mimpi di angkasa
Mengantonginya hingga fajar tiba
Rabu, 25 April 2018
UJIAN KEHIDUPAN
Anakku sayang...
Ini hari terakhir ujian di jenjang akhir sekolahmu
Tapi ini bukan akhir ujian kehidupanmu
Anak tangga berikutnya akan selalu kau temui
Di setiap perjalanan
Nikmati setiap prosesnya,
Duri yang menancap
Kaki yang berdarah
Tetesan peluh
Linangan air mata
Tak usah kau berkeluh
Senyum yang terukir
Dan hati yang berzikir
Baluti syukur dalam hati dan pikir
Insyaallah Allah telah tetapkan takdir
Hidup dan mati dalam genggaman sang kuasa
Biarlah selalu pasrahkan kepadaNya
Segala yang terbaik
Untuk jiwa yang baik
Tawadhu...
khusyuk....
Di jalanNya
Dengan ridhoNya
Ini hari terakhir ujian di jenjang akhir sekolahmu
Tapi ini bukan akhir ujian kehidupanmu
Anak tangga berikutnya akan selalu kau temui
Di setiap perjalanan
Nikmati setiap prosesnya,
Duri yang menancap
Kaki yang berdarah
Tetesan peluh
Linangan air mata
Tak usah kau berkeluh
Senyum yang terukir
Dan hati yang berzikir
Baluti syukur dalam hati dan pikir
Insyaallah Allah telah tetapkan takdir
Hidup dan mati dalam genggaman sang kuasa
Biarlah selalu pasrahkan kepadaNya
Segala yang terbaik
Untuk jiwa yang baik
Tawadhu...
khusyuk....
Di jalanNya
Dengan ridhoNya
Langganan:
Komentar (Atom)