Untukmu wahai sebongkah hati
Di ruang mana kita bercakap
Leluasa mengurai musim
Rindu tetap mengendap
Begitu purba... Sunyi menikam
Aku mengunyah mimpi di beranda
Mulutku menyembur namamu
Di setiap ingatan
Merah saga
Di kepala
Dan kau tau
Jika malam tiba
Aku memanen mimpi di angkasa
Mengantonginya hingga fajar tiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar