Bismillah....
Pagi ini melihat rumput di halaman rumah mulai meninggi. Rumput-rumput tersebut tentu saja mengganggu pandangan mata. Apalagi disertai dengan beberapa tumbuhan liar yang lain. Kasian melihat beberapa bunga dan tanaman peliharaan mulai terganggu. Tangan ini rasanya ingin sekali membersihkannya.
Ya mencabut rumput dan merapikan beberapa tanaman sepertinya menjadi agenda bulanan. Sepintas pekerjaan tersebut seharusnya dikerjakan oleh laki-laki. Tapi tak apa karena suami memang sibuk dan saya tidak punya pembantu, maka bergeraklah tangan ini mengambil gunting rumput dan mulai membabat rumput-rumput liar dan beberapa tanaman pengganggu.
Pernah hitung-hitungan pekerjaan tidak sih Mom's dengan suami? Kalau urusan mencari nafkah mah tetap kewajiban suami ya Mom's. Tapi ini kaitannya dengan kolaborasi pekerjaan rumah tangga. Apakah Mom's juga melakukan negosiasi untuk berbagi pekerjaan rumah tangga? Misalnya masak bebersih rumah wajib tugas istri. Bersihin kamar mandi, toilet, nyabut rumput itu tugas suami. Hehe mungkin yang punya Asisten Rumah Tangga tidak ada kesepakatan seperti itu ya Mom's. Nah kalau seperti saya yang tidak memiliki asisten rumah tangga rasanya harus pandai-padai membagi waktu. Artinya kesepakatan tentang pekerjaan rumah, saya dan suami memiliki aturan yang fleksibel. Biasanya untuk pekerjaan rumah tangga yang rutin seperti mencuci, masak, nyapu, ngepel itu kewajiban istri. Sisa yang lainnya seperti membersihkan toilet, mencabut rumput itu fleksibel sifatnya. Siapa yang bisa dan punya waktu untuk mengerjakan ya kerjakan. Sepertinya jika pekerjaan rumah tangga memakai kalkulasi hitungan, rasanya kok tidak menyelesaikan masalah ya Mom's.
Bijak dan berpikir bahwa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah. Ibadah untuk tetap menjaga keharmonisan dan siklus kerumahtanggaan dengan baik. Hehe.... Bahasanya kok kyk yang gimana gitu ya. Dijalani dengan santai saja Mom's segala pekerjaan rumah tangga kita. Segala lelah Insyaallah jadi Lillah. Anak suami bahagia adalah hal yang paling kita inginkan. Menyelesaikan tugas dan kewajiban kita dengan baik pun akan jadi kebahagiaan tersendiri.
Renungan pagi di Kamis manis... Barakallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar