Di antara deru napas orang-orang di jalanan
Menjaga jarak seolah raga akan lepas
Sementara ragaku, jiwaku pun berjuang
Hidup dan kehidupan makin tipis saja
Dibalut angan-angan
Dan tawa riang dalam kesemuan
Dari jendela kamar langit kian dekat
Menjulurkan lengannya merengkuh kapan saja
Bukan kehilangan yang kutakutkan
Karena yang hilang akan mudah tergantikan
Tapi kematian yang begitu dekat
Kian nyata
Sementara bekal belum cukup apa-apa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar