Mengapa ada air mata?
Sementara catatan telah tersedia
Garis hidup telah terukir
Segala kisah belum berakhir
Tak usah ada air mata
Karena hujan telah membasuh semua luka
Meninggalkan genangan yang bisa surut kapan saja
Tengoklah ke bawah banyak yang tak punya rumah
Tengoklah ke bawah banyak yang ditinggal pergi pasangannya
Tengoklah ke bawah banyak yang jauh lebih menderita
Tengoklah ke bawah banyak kaki-kaki yang penuh nestapa
Tengoklah ke bawah berapa banyak perut yang meronta
Tengoklah ke bawah pandang mereka
Jika satu kesedihan menggugurkan segala doa
Jika satu kesedihan melupakan pemberianNya
Jika satu kesedihan meniadakan Ia
Sungguh serendah-rendahnya iman di dada
Tengoklah, dekaplah
Karena kesedihan tak selamanya ada
Kehilangan adalah sebuah kepastian
Seperti pagi yang menitipkan embun
Atau senja yang menitipkan jingga
Bangkitlah meski terasa berat
Tersenyumlah meski terasa pahit
Biarkan waktu yang memantik
Jiwa-jiwa yang tengah memekik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar