Rabu, 25 Januari 2017

Dua Orang Kesayangan

Dua orang kesayangan
Lelap dalam buaian
Nafas lelah seharian
Mengejar impian
Ingin kupungut satu per satu
Tetes peluh dan keluh kalian
Merangkainya menjadi bulir harapan

Dua orang kesayangan
Larut dalam keletihan
Setelah bekerja seharian
menimba ilmu dan aneka latihan
Ibu hanya mampu menatap kalian
Dengan butiran kasih sayang

Dua orang kesayangan
Menetap dalam ingatan
Urat nadi dan aliran darah kehidupan
Jejakkan kakimu di bumi anakku sayang
Tancapkan pilar keimanan
Agar elok akhlak dan kepribadian

Bentangkan sayapmu duhai suamiku sayang
Menjelajah tempat dan tujuan
Hakikat kehidupan adalah pulang
Pulang pada kesejatian

Dua orang kesayangan
Allah beserta kalian...







Rabu, 18 Januari 2017

Taman Hati

Seroja di taman wanginya menawan
Sebongkah hati tertawan oleh senyuman
Mimpi-mimpi semalam
Jadi embun di rumputan
Membasahi hati sirami pagi

Anggrek merekah elok terindah
Mengukir rasa cita sempurna
Kumbang menari semesta berseri
Ada damai yang terpatri

Melati putih mawar berduri
Menjaga hati bersih bentengi diri
Lewat taman hati kita bermuhasabah diri
Langkah ini mohon tuntuni..







Selasa, 17 Januari 2017

Adakah kau cari?

Rindu dibakar terik
Meleleh haru menjelma ingatan
Sayup suara lirih mengeja nama
Selintas bayang sebatas angan

Deru hati mengubur sepi
Pagut jiwa selaksa kata
Menghujat waktu terlindas masa
Tengadahkan hati
Untuk yang pergi

Adakah kau cari dimana pernah kuberdiri?
Di tanah tandus atau rawa yang tak kau sentuh
Di medan laga berjuang mencari makna
Adakah pernah kau cari diriku di rimbun ilalang?
Di perdu dan belukar rimba
Di keramaian kota
Di senyapnya dunia
Adakah kau cari dimana hakikat diri?









Sabtu, 14 Januari 2017

Belahan Jiwa

Saat rapuh
Kau raih dengan kasih
Nyanyian syahdu terhantar
Di setiap percakapan

Saat resah
Kau siapkan pundak tempat bersandar
Aku kadang tergugu
Di antara bulir bening itu

Belahan jiwa
Tanganmu selalu terbuka
Menenangkan mendamaikan
Mengalir sejauh mata air

Di tikungan waktu kadang kita terhenti
Menyeka peluhku
Memapah langkahku yang kadang terseok

Di doamu namaku selalu ada
Di doaku namamu terpatri juga..

Di Sepertiga Malam

Bermunajat
Berserah padaMu
Wahai sahabat
Di sepertiga malam perjumpaan
Rindu menghantar doa-doa yang purba
cahaya dari segala cahaya
Pembimbing kala gulita

Dzikir terlantun jiwa berserah
Keharibaannyalah segala berpasrah
Bulir-bulir tasbih melafadzkan namaMu
Duhai sahabat sejati pembimbing diri
Tuntun selalu
di perhentian sementara ini

Yang ditanam yang dituai nanti
Yang berwujud yang dikenang nanti
Yang disimpan yang tak berarti nanti
Yang dicinta yang akan pergi nanti

Satu per satu Rabb
Tak ada yang abadi
Duhai sahabat sejati
Tercurah segala isi hati....




Rabu, 11 Januari 2017

Mengapa?

Mengapa musti risau dengan penilain manusia?
Padahal hanya sebatas mata dan hati saja 
Jangan lupa
Penilaian Tuhan lebih mutlak adanya

mengendus 
menyalak 
Menikam
Musang berbulu domba
Bertebaran dimana-mana

Belajarlah dari ilmu padi 
Makin merunduk makin berisi
Belajar dari falsafah kelapa
Bermanfaat bagi semesta

Sedikit bicara perbanyak karya
Melatih raga mengolah rasa
Merangkai diksi menajamkan makna
Menuliskan catatan pena

Mengapa risau dengan penilaian manusia?
Biarkanlah saja tangan Tuhan yang bicara
Sebesar biji sawi pun pasti ada balasannya...

:-)






Kamis, 05 Januari 2017

2017

Tahun ini
kita melangitkan doa yang sama
Duduk di tepi danau
memandang angsa menari

Tahun ini pula
pijakan kita masih di jalan yang sama
Menyusuri setapak tanpa alas kaki
Di tiap kelokannya burung-burung bernyanyi

Alam hadir memperkaya diri
Pada udara, cahaya, dan gulita
Sebatas pandangan mata
merupa bentuk dan warna

Cinta adalah udara
tiap helaannya ada doa-doa
Harapan adalah Cahaya
Sinarnya menuntun semesta
Gulita adalah sahabat saat merefleksi jiwa

Tahun ini adalah tahun yang sama
Kita menunggu pelangi di bibir hari
Saat gerimis jatuh 
Kita tak lagi mengeluh...

@2017



Resensi Buku Reach Your Dreams


 

Judul Buku               : Reach Your Dreams
Penulis                       : Wirda Mansur
Jenis Buku                 : Nonfiksi
Penerbit                     : Gagas Media
Cetakan I                   : 2016
Tebal Halaman         : vii+208 halaman

            Reach Your Dreams adalah buku pertama karya Wirda Mansur. Pemilik nama lengkap Wirda Salamah Ulya ini adalah putri sulung Ustadz Yusuf Mansur dan Siti Maemunah. Gadis cantik berusia lima belas tahun ini lahir pada tanggal 29 November 2001. Di usia yang masih sangat belia, Wirda sudah hafal Al-Qur’an 30 Juzz. Sosoknya menjadi inspiratif bagi semua orang, terutama anak-anak yang ingin bisa menjadi hafidzoh. Pada akhir tahun 2015 Wirda terpilih sebagai duta Qur’an dan berkesempatan mempelajari dan menyiarkan Al-Qur’an di Amerika Serikat. Sosoknya yang cantik, pintar, solehah, dan memiliki suara yang sangat merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan segudang prestasi lainnya, membuat Wirda memiliki banyak penggemar. Seperti yang terlihat di akun instagramnya. Wirda  memiliki ribuan followers  bahkan kehadiran buku ini pun merupakan buku yang dirunggu-tunggu oleh pengemarnya.
            Buku ini berkisah tentang perjalanan dan perjuangan Wirda dalam meraih cita-citanya yaitu saat Wirda berkesempatan mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam. Di usia yang masih belia, Wirda telah meninggalkan zona nyamannya. Meninggalkan keluarga tercinta, meninggalkan orang-orang yang disayanginya. Kisah-kisahnya mengarungi hidup di New York, Washinton DC, dan kota-kota di dunia membuat siapa pun yang membaca buku ini terpana.   Subhanallah…kekuasaan Allah ketika seorang hamba begitu mencintai Al-Qur’an maka segalanya dilapangkan.  Melalui buku ini Wirda berbagi semangat kepada pembaca untuk selalu percaya bahwa akan selalu ada jalan untuk impian, bahwa jalan impian tidak harus selalu mahal. Bahkan bisa gratis. Prinsip Wirda yang tertuang dalam buku ini adalah raihlah dunia lewat Al-Qur’an.
            Di bagian awal buku ini, pembaca dibuat tersenyum-senyum dengan celoteh Wirda.  Kisahnya saat tertinggal pesawat  di bandara Jeddah ketika perjalanan dari New York menuju Indonesia. Membayangkan gadis kecil yang tertinggal seorang diri di negeri orang, membuat pembaca seolah ditunjukkan oleh kebesaran Allah SWT dengan keajaiban dan kemudahan yang didapat Wirda hingga Wirda dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.
            Bagian selanjutnya Wirda seolah memberikan motivasi tentang cara untuk mengejar impian (reach your dreams). Catatan keren Wirda tentang mimpi-mimpinya di masa depan ketika dia bercita-cita ingin mengelilingi dunia, ingin memiliki universitas dan sekolah khusus Al-Qur’an bertaraf internasional, semua tertuang dan ia tuliskan dalam buku pribadinya yang berjudul “It’s All My Dreams”. Tips Wirda cukup menginspirasi pembaca untuk berjuang meraih cita-cita. Menuliskan mimpi-mimpi kita kemudian memintanya kepada Allah SWT. Bahasa yang disampaikan Wirda tentang kekuatan dan kekuasaan Allah teramat menyentuh. Ketika seorang hamba meminta maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambaNya tentu saja disertai dengan ikhtiar dan usaha.
            Cerita tentang pengalamannya  saat bersekolah di New York pun membuat pembaca lagi-lagi tersenyum. Keluguan Wirda ketika menyampaikan cerita betapa dia sangat tidak suka pada pelajaran Matematika membuat pembaca tersadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tinggal menggali potensi yang dimiliki.
            Gaya bahasa yang santai, kocak  konyol, dan remaja banget membuat pembaca rasanya enggan beranjak dari setiap halaman buku ini. Kisah-kisah inspiratif yang Wirda tuangkan seperti dalam menulis buku harian, membuat pembaca merasakan apa yang dirasakan dari setiap kisah Wirda. Buku setebal 203 halaman ini dilengkapi dengan catatan-catatan keren yang berisi motivasi dan semangat dari Wirda. Kertas pink untuk beberapa catatan penting menambah daya tarik penampilan buku ini. Terkesan remaja banget dilengkapi dengan animasi dan kartun yang membuat pembaca terkesima dengan pola pikir Wirda dalam bukunya. Bahasan mengenai alasan untuk bersyukur dan bersyukur terus, Kurcaci di antara kerumunan jerapah, Advais dari Allah, Qumii, I’m The Chosen One, Sometimes, Is It Ok To Like Someone,  Zikir, My Birthday, Keluarga Tak Akan Pernah Tergantikan, When Someone Hates You, How To Be A Good Teeneger, Raihlah Dunia Lewat Al-Qur’an, Syifa My Bestie, OMG Look At The Window, What Is Happines, Belajar Dari Kesabaran, dan It’s Time to Wake Up adalah hal-hal yang Wirda ceritakan dalam buku ini. Lewat curahan hatinya pembaca digiring untuk memaknai kehidupan dengan lebih baik tanpa terkesan menggurui. 
               Meskipun secara keseluruhan buku ini cukup menyentuh dan inspiratif, namun ada bagian cerita yang rasanya ingin lebih detail diketahui pembaca yaitu bagian tentang tips atau cara menghafal Al-Qur'an yang lebih mudah terutama bagi para pemula. Nah, bagian ini belum disampaikan Wirda dengan rinci. Mudah-mudahan di bukunya yang akan datang, Wirda menghadirkan buku dengan pembahasan khusus tentang tips atau cara jitu menghafal Al-Qur'an.
            Rasanya sayang sekali dilewatkan untuk membaca buku ini. Seperti oase di padang pasir, kita seolah menemukan mata air penghilang dahaga. Di saat kondisi remaja Indonesia yang saat ini sangat memprihatinkan, buku ini seolah menjadi obat hati khususnya bagi remaja Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menemukan identitasnya sebagai seorang remaja yang memiliki mimpi dan semangat untuk mewujudkan cita-cita. Dambaan Indonesia di masa depan yang memiliki generasi emas yang berakhlak mulia seolah terwakili oleh kehadiran buku ini. Yuk…remaja Indonesia bangkitlah, jangan galau melulu….banyak sekali hal yang bisa diraih dan diperjuangkan. Untuk dirimu, keluargamu, agama dan bangsa tercinta. Seperti perjuangan yang tengah dilakukan Wirda lewat Al-Qur’an…”Orang yang Ngopenin (ngaji dan mempelajari) Al-Qur’an itu seperti memegang dunia.
Subhanallah……