Dua orang kesayangan
Lelap dalam buaian
Nafas lelah seharian
Mengejar impian
Ingin kupungut satu per satu
Tetes peluh dan keluh kalian
Merangkainya menjadi bulir harapan
Dua orang kesayangan
Larut dalam keletihan
Setelah bekerja seharian
menimba ilmu dan aneka latihan
Ibu hanya mampu menatap kalian
Dengan butiran kasih sayang
Dua orang kesayangan
Menetap dalam ingatan
Urat nadi dan aliran darah kehidupan
Jejakkan kakimu di bumi anakku sayang
Tancapkan pilar keimanan
Agar elok akhlak dan kepribadian
Bentangkan sayapmu duhai suamiku sayang
Menjelajah tempat dan tujuan
Hakikat kehidupan adalah pulang
Pulang pada kesejatian
Dua orang kesayangan
Allah beserta kalian...
Rabu, 25 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017
Taman Hati
Seroja di taman wanginya menawan
Sebongkah hati tertawan oleh senyuman
Mimpi-mimpi semalam
Jadi embun di rumputan
Membasahi hati sirami pagi
Anggrek merekah elok terindah
Mengukir rasa cita sempurna
Kumbang menari semesta berseri
Ada damai yang terpatri
Melati putih mawar berduri
Menjaga hati bersih bentengi diri
Lewat taman hati kita bermuhasabah diri
Langkah ini mohon tuntuni..
Sebongkah hati tertawan oleh senyuman
Mimpi-mimpi semalam
Jadi embun di rumputan
Membasahi hati sirami pagi
Anggrek merekah elok terindah
Mengukir rasa cita sempurna
Kumbang menari semesta berseri
Ada damai yang terpatri
Melati putih mawar berduri
Menjaga hati bersih bentengi diri
Lewat taman hati kita bermuhasabah diri
Langkah ini mohon tuntuni..
Selasa, 17 Januari 2017
Adakah kau cari?
Rindu dibakar terik
Meleleh haru menjelma ingatan
Sayup suara lirih mengeja nama
Selintas bayang sebatas angan
Deru hati mengubur sepi
Pagut jiwa selaksa kata
Menghujat waktu terlindas masa
Tengadahkan hati
Untuk yang pergi
Adakah kau cari dimana pernah kuberdiri?
Di tanah tandus atau rawa yang tak kau sentuh
Di medan laga berjuang mencari makna
Adakah pernah kau cari diriku di rimbun ilalang?
Di perdu dan belukar rimba
Di keramaian kota
Di senyapnya dunia
Adakah kau cari dimana hakikat diri?
Meleleh haru menjelma ingatan
Sayup suara lirih mengeja nama
Selintas bayang sebatas angan
Deru hati mengubur sepi
Pagut jiwa selaksa kata
Menghujat waktu terlindas masa
Tengadahkan hati
Untuk yang pergi
Adakah kau cari dimana pernah kuberdiri?
Di tanah tandus atau rawa yang tak kau sentuh
Di medan laga berjuang mencari makna
Adakah pernah kau cari diriku di rimbun ilalang?
Di perdu dan belukar rimba
Di keramaian kota
Di senyapnya dunia
Adakah kau cari dimana hakikat diri?
Sabtu, 14 Januari 2017
Belahan Jiwa
Saat rapuh
Kau raih dengan kasih
Nyanyian syahdu terhantar
Di setiap percakapan
Saat resah
Kau siapkan pundak tempat bersandar
Aku kadang tergugu
Di antara bulir bening itu
Belahan jiwa
Tanganmu selalu terbuka
Menenangkan mendamaikan
Mengalir sejauh mata air
Di tikungan waktu kadang kita terhenti
Menyeka peluhku
Memapah langkahku yang kadang terseok
Di doamu namaku selalu ada
Di doaku namamu terpatri juga..
Kau raih dengan kasih
Nyanyian syahdu terhantar
Di setiap percakapan
Saat resah
Kau siapkan pundak tempat bersandar
Aku kadang tergugu
Di antara bulir bening itu
Belahan jiwa
Tanganmu selalu terbuka
Menenangkan mendamaikan
Mengalir sejauh mata air
Di tikungan waktu kadang kita terhenti
Menyeka peluhku
Memapah langkahku yang kadang terseok
Di doamu namaku selalu ada
Di doaku namamu terpatri juga..
Di Sepertiga Malam
Bermunajat
Berserah padaMu
Wahai sahabat
Di sepertiga malam perjumpaan
Rindu menghantar doa-doa yang purba
cahaya dari segala cahaya
Pembimbing kala gulita
Dzikir terlantun jiwa berserah
Keharibaannyalah segala berpasrah
Bulir-bulir tasbih melafadzkan namaMu
Duhai sahabat sejati pembimbing diri
Tuntun selalu
di perhentian sementara ini
Yang ditanam yang dituai nanti
Yang berwujud yang dikenang nanti
Yang disimpan yang tak berarti nanti
Yang dicinta yang akan pergi nanti
Satu per satu Rabb
Tak ada yang abadi
Duhai sahabat sejati
Tercurah segala isi hati....
Berserah padaMu
Wahai sahabat
Di sepertiga malam perjumpaan
Rindu menghantar doa-doa yang purba
cahaya dari segala cahaya
Pembimbing kala gulita
Dzikir terlantun jiwa berserah
Keharibaannyalah segala berpasrah
Bulir-bulir tasbih melafadzkan namaMu
Duhai sahabat sejati pembimbing diri
Tuntun selalu
di perhentian sementara ini
Yang ditanam yang dituai nanti
Yang berwujud yang dikenang nanti
Yang disimpan yang tak berarti nanti
Yang dicinta yang akan pergi nanti
Satu per satu Rabb
Tak ada yang abadi
Duhai sahabat sejati
Tercurah segala isi hati....
Rabu, 11 Januari 2017
Mengapa?
Mengapa musti risau dengan penilain manusia?
Padahal hanya sebatas mata dan hati saja
Jangan lupa
Penilaian Tuhan lebih mutlak adanya
mengendus
menyalak
Menikam
Musang berbulu domba
Bertebaran dimana-mana
Belajarlah dari ilmu padi
Makin merunduk makin berisi
Belajar dari falsafah kelapa
Bermanfaat bagi semesta
Sedikit bicara perbanyak karya
Melatih raga mengolah rasa
Merangkai diksi menajamkan makna
Menuliskan catatan pena
Mengapa risau dengan penilaian manusia?
Biarkanlah saja tangan Tuhan yang bicara
Sebesar biji sawi pun pasti ada balasannya...
:-)
Kamis, 05 Januari 2017
2017
Tahun ini
kita melangitkan doa yang sama
Duduk di tepi danau
memandang angsa menari
Tahun ini pula
pijakan kita masih di jalan yang sama
Menyusuri setapak tanpa alas kaki
Di tiap kelokannya burung-burung bernyanyi
Alam hadir memperkaya diri
Pada udara, cahaya, dan gulita
Sebatas pandangan mata
merupa bentuk dan warna
Cinta adalah udara
tiap helaannya ada doa-doa
Harapan adalah Cahaya
Sinarnya menuntun semesta
Gulita adalah sahabat saat merefleksi jiwa
Tahun ini adalah tahun yang sama
Kita menunggu pelangi di bibir hari
Saat gerimis jatuh
Kita tak lagi mengeluh...
@2017
Resensi Buku Reach Your Dreams
Judul Buku : Reach Your
Dreams
Penulis : Wirda
Mansur
Jenis Buku : Nonfiksi
Penerbit : Gagas
Media
Cetakan I : 2016
Tebal Halaman : vii+208 halaman
Reach
Your Dreams adalah buku pertama karya Wirda Mansur. Pemilik nama lengkap
Wirda Salamah Ulya ini adalah putri sulung Ustadz Yusuf Mansur dan Siti
Maemunah. Gadis cantik berusia lima belas tahun ini lahir pada tanggal 29
November 2001. Di usia yang masih sangat belia, Wirda sudah hafal Al-Qur’an 30
Juzz. Sosoknya menjadi inspiratif bagi semua orang, terutama anak-anak yang
ingin bisa menjadi hafidzoh. Pada akhir tahun 2015 Wirda terpilih sebagai duta
Qur’an dan berkesempatan mempelajari dan menyiarkan Al-Qur’an di Amerika
Serikat. Sosoknya yang cantik, pintar, solehah, dan memiliki suara yang sangat
merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan segudang prestasi lainnya,
membuat Wirda memiliki banyak penggemar. Seperti yang terlihat di akun
instagramnya. Wirda memiliki ribuan
followers bahkan kehadiran buku ini pun
merupakan buku yang dirunggu-tunggu oleh pengemarnya.
Buku ini berkisah tentang perjalanan
dan perjuangan Wirda dalam meraih cita-citanya yaitu saat Wirda berkesempatan
mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam. Di usia yang masih belia, Wirda telah
meninggalkan zona nyamannya. Meninggalkan keluarga tercinta, meninggalkan
orang-orang yang disayanginya. Kisah-kisahnya mengarungi hidup di New York,
Washinton DC, dan kota-kota di dunia membuat siapa pun yang membaca buku ini
terpana. Subhanallah…kekuasaan Allah
ketika seorang hamba begitu mencintai Al-Qur’an maka segalanya dilapangkan. Melalui buku ini Wirda berbagi semangat kepada
pembaca untuk selalu percaya bahwa akan selalu ada jalan untuk impian, bahwa jalan
impian tidak harus selalu mahal. Bahkan bisa gratis. Prinsip Wirda yang
tertuang dalam buku ini adalah raihlah dunia lewat Al-Qur’an.
Di bagian awal buku ini, pembaca
dibuat tersenyum-senyum dengan celoteh Wirda.
Kisahnya saat tertinggal pesawat
di bandara Jeddah ketika perjalanan dari New York menuju Indonesia. Membayangkan
gadis kecil yang tertinggal seorang diri di negeri orang, membuat pembaca
seolah ditunjukkan oleh kebesaran Allah SWT dengan keajaiban dan kemudahan yang
didapat Wirda hingga Wirda dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.
Bagian selanjutnya Wirda seolah
memberikan motivasi tentang cara untuk mengejar impian (reach your dreams). Catatan keren Wirda tentang mimpi-mimpinya di
masa depan ketika dia bercita-cita ingin mengelilingi dunia, ingin memiliki
universitas dan sekolah khusus Al-Qur’an bertaraf internasional, semua tertuang
dan ia tuliskan dalam buku pribadinya yang berjudul “It’s All My Dreams”. Tips
Wirda cukup menginspirasi pembaca untuk berjuang meraih cita-cita. Menuliskan
mimpi-mimpi kita kemudian memintanya kepada Allah SWT. Bahasa yang disampaikan
Wirda tentang kekuatan dan kekuasaan Allah teramat menyentuh. Ketika seorang
hamba meminta maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambaNya tentu saja
disertai dengan ikhtiar dan usaha.
Cerita tentang pengalamannya saat bersekolah di New York pun membuat
pembaca lagi-lagi tersenyum. Keluguan Wirda ketika menyampaikan cerita betapa
dia sangat tidak suka pada pelajaran Matematika membuat pembaca tersadar bahwa
tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan
kekurangan. Tinggal menggali potensi yang dimiliki.
Gaya bahasa yang santai, kocak konyol, dan remaja banget membuat pembaca
rasanya enggan beranjak dari setiap halaman buku ini. Kisah-kisah inspiratif yang
Wirda tuangkan seperti dalam menulis buku harian, membuat pembaca merasakan apa
yang dirasakan dari setiap kisah Wirda. Buku setebal 203 halaman ini dilengkapi
dengan catatan-catatan keren yang berisi motivasi dan semangat dari Wirda.
Kertas pink untuk beberapa catatan penting menambah daya tarik penampilan buku
ini. Terkesan remaja banget dilengkapi dengan animasi dan kartun yang membuat
pembaca terkesima dengan pola pikir Wirda dalam bukunya. Bahasan mengenai
alasan untuk bersyukur dan bersyukur terus, Kurcaci di antara kerumunan jerapah,
Advais dari Allah, Qumii, I’m The Chosen One, Sometimes, Is It Ok To Like
Someone, Zikir, My Birthday, Keluarga
Tak Akan Pernah Tergantikan, When Someone Hates You, How To Be A Good Teeneger,
Raihlah Dunia Lewat Al-Qur’an, Syifa My Bestie, OMG Look At The Window, What Is
Happines, Belajar Dari Kesabaran, dan It’s Time to Wake Up adalah hal-hal yang
Wirda ceritakan dalam buku ini. Lewat curahan hatinya pembaca digiring untuk
memaknai kehidupan dengan lebih baik tanpa terkesan menggurui.
Meskipun secara keseluruhan buku ini cukup menyentuh dan inspiratif, namun ada bagian cerita yang rasanya ingin lebih detail diketahui pembaca yaitu bagian tentang tips atau cara menghafal Al-Qur'an yang lebih mudah terutama bagi para pemula. Nah, bagian ini belum disampaikan Wirda dengan rinci. Mudah-mudahan di bukunya yang akan datang, Wirda menghadirkan buku dengan pembahasan khusus tentang tips atau cara jitu menghafal Al-Qur'an.
Meskipun secara keseluruhan buku ini cukup menyentuh dan inspiratif, namun ada bagian cerita yang rasanya ingin lebih detail diketahui pembaca yaitu bagian tentang tips atau cara menghafal Al-Qur'an yang lebih mudah terutama bagi para pemula. Nah, bagian ini belum disampaikan Wirda dengan rinci. Mudah-mudahan di bukunya yang akan datang, Wirda menghadirkan buku dengan pembahasan khusus tentang tips atau cara jitu menghafal Al-Qur'an.
Rasanya sayang sekali dilewatkan
untuk membaca buku ini. Seperti oase di padang pasir, kita seolah menemukan
mata air penghilang dahaga. Di saat kondisi remaja Indonesia yang saat ini
sangat memprihatinkan, buku ini seolah menjadi obat hati khususnya bagi remaja
Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menemukan identitasnya
sebagai seorang remaja yang memiliki mimpi dan semangat untuk mewujudkan
cita-cita. Dambaan Indonesia di masa depan yang memiliki generasi emas yang
berakhlak mulia seolah terwakili oleh kehadiran buku ini. Yuk…remaja Indonesia
bangkitlah, jangan galau melulu….banyak sekali hal yang bisa diraih dan
diperjuangkan. Untuk dirimu, keluargamu, agama dan bangsa tercinta. Seperti
perjuangan yang tengah dilakukan Wirda lewat Al-Qur’an…”Orang yang Ngopenin
(ngaji dan mempelajari) Al-Qur’an itu seperti memegang dunia.
Subhanallah……
Langganan:
Komentar (Atom)