Rabu, 11 Januari 2017

Mengapa?

Mengapa musti risau dengan penilain manusia?
Padahal hanya sebatas mata dan hati saja 
Jangan lupa
Penilaian Tuhan lebih mutlak adanya

mengendus 
menyalak 
Menikam
Musang berbulu domba
Bertebaran dimana-mana

Belajarlah dari ilmu padi 
Makin merunduk makin berisi
Belajar dari falsafah kelapa
Bermanfaat bagi semesta

Sedikit bicara perbanyak karya
Melatih raga mengolah rasa
Merangkai diksi menajamkan makna
Menuliskan catatan pena

Mengapa risau dengan penilaian manusia?
Biarkanlah saja tangan Tuhan yang bicara
Sebesar biji sawi pun pasti ada balasannya...

:-)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar