Hangat mentari
Seorang lelaki bergegas pergi
Memanggul mimpi di pundak
Beribu semangat berderap
Langkah adalah jihad
Saat niat dan tekad telah bulat
Tetesan peluh
Perasan pikiran
Nafkah di genggaman
Wangi parfum di pagi hari
Berganti aroma keringat di petang nanti
Senyum orang-orang terkasih
Pelipur lara di hati
Doa-doa istri mengepul sepanjang hari
Seperti nafas yang Tuhan beri
Tiada pernah terhenti
Untuk kekasih hati
Doa istri jadi perisai
Keikhlasan jadi samurai
Menjumput rejeki
Mengharap ridha Illahi
Doa-doa istri terhantar
Seberkas kekuatan terpancar
Dari awal hari hingga gelap datang
Jiwa erat menggenggam harapan
Rabbi lindungilah kami...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar