Sabtu, 29 Juli 2017

BESI DAN KAPAS

Apa yang tersiar oleh angin?
Ketika senja memeluk gerimis
Aspal yang basah terlindas
Tersisa keruhnya genangan

Jika permintaan menjelma luka
Belajarlah dari awan yang tak pernah membenci hujan
Atau matahari yang mengalah pada bulan
Atau keriangan tiupan gelembung sabun
Bulat indah menguap dalam ingatan

Besi dan kapas berbeda kelas
Tak bisa beradu sebagai perkakas
Biarlah jiwa berkemas
Damaikan hati dengan ikhlas

Rabu, 26 Juli 2017

AROMA PAGI

Pagi bertabur syukur
Kasih Illahi membaur
Sejuknya pagi
Senyum mentari

Kabut melingkup
Meniup rindu di ubun-ubun
Mata terpejam
Semilir angin nan tentram

Di beranda pagi
Semangat terpatri
Nikmat Illahi tak terhitung dengan jari
Langkah ini semoga senantiasa Kau Ridhoi




Sabtu, 22 Juli 2017

RESENSI NOVEL CINTA DI DALAM GELAS ANDREA HIRATA






Judul Buku              : Cinta di Dalam Gelas
Penulis                       : Andrea Hirata
Jenis Buku                 : Fiksi
Penerbit                     : Bentang Pustaka
Cetakan keenam       : Februari 2016
Tebal Halaman         : xvii+316 halaman


Bismillahirrahmanirrahiim…

            Novel Cinta di Dalam Gelas adalah novel kedua dari dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata. Tampilan halaman sampul dalam novel ini cukup menarik dengan gambar empat orang tokoh yang mendominasi cerita. Pembaca dapat menebak empat orang tokoh yang terdapat dalam halaman cover tersebut setelah mulai membaca isinya. Di deretan depan ada dua orang perempuan. Satu orang mengenakan burkak dan satu orang di sebelahnya perempuan cantik berambut pirang. Sementara di belakanganya perempuan berbaju tionghoa ditemani seorang laki-laki berambut ikal dan bertopi. Ya..mereka adalah Maryamah binti Zamzami, Ninockha Stronovski, A Ling, dan Ikal. Empat orang tokoh yang menjadi bagian terpenting dalam kisah Cinta di Dalam gelas.
          Novel Cinta di Dalam Gelas muenceritakan perjalanan nasib Enong alias Maryamah binti Zamzami yang bertekad untuk mengikuti pertandingan catur dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tekad Maryamah alias Enong adalah mengalahkan mantan suaminya yaitu Matarom yang telah membuat hidupnya semakin pahit dengan hancurnya perkawinannya dengan Matarom. Perlakuan Matarom terhadap Enong yang kasar telah menimbulkan dendam tersendiri di hati Enong.  Enong seorang perempuan tangguh yang sejak usia empat belas tahun telah menjadi perempuan penambang timah dan sejak ayahnya meninggal telah menjadi tulang punggung keluarga. 
            Perjuangan Enong membalaskan sakit hatinya terhadap Matarom dibantu oleh sahabat-sahabatnya. Tokoh Ikal sampai membatalkan niatnya untuk bekerja di Jakarta demi membantu perjuangan Enong. Ide perlawanan Enong pun dikemas dengan strategi yang penuh intrik dan trik serta keseruan yang kocak nan menggelitik dengan menghadirkan tokoh Detektif M. Noor-yang dalam novel sebelumnya menjadi tokoh yang mampu mengocok perut pembaca dengan aksi-aksi lucunya bersama partner setianya yaitu seekor burung merpati bernama Jose Rizal.
            Ninockha Stronovski, seorang Grand Master catur  dunia pun menjadi tokoh penting di balik setiap permainan catur Maryamah. Tokoh Ikal sengaja menghubungi Nochka melalui Warnet di Tanjung Pandan untuk memberikan informasi perkembangan permainan catur Maryamah. Melalui pengintaian yang dilakukan detektif M. Noor dan Preman Cebol, Tokoh Ikal pun membeberkan pola dan strategi permainan catur yang dilakukan lawan Maryamah kepada Nochka. Setiap kali pertandingan, Maryamah mendapat bimbingan jarak jauh dari Grand Master catur dunia tersebut.
           Tokoh Ikal juga merasa takjub dengan semangat Maryamah melawan ketidakmungkinan. Sekarang, ia siap berjibaku menguasai catur, mengalahkan seorang kampiun seperti Matarom. Di bagian ini terdapat  kutipan menarik  yang ditulis Andrea Hirata di halaman 115.
            Aku mengambil filosofi bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.

Kutipan ini bisa menjadi magnet bagi pembaca untuk tidak menyerah dalam menghadapi ujian apa pun dan mau berusaha untuk selalu belajar dari kehidupan. 
           
            Gaya penuturan Andrea Hirata yang menggelitik dan cerdas dalam memaparkan tekhnik permainan catur membuat pembaca seolah disuguhi permainan catur yang nyata. Partai-demi partai dilalui Maryamah dengan penuh perjuangan hingga akhirnya Maryamah bisa menghadapi Matarom di pertandingan final.
            Selain tentang catur, pembaca disuguhkan beberapa hal yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan unik orang Melayu yang disajikan secara kocak dan menghibur. Hasil riset yang dilakukan Andrea Hirata juga berkaitan dengan  sosial dan kultural serta watak manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Filosofi kopi dan berbagai catatan penting yang berhasil ditulis Tokoh Ikal dalam Buku Besar Peminum Kopi dikemas dengan catatan-catatan yang mampu membuat pembaca tersenyum geli seperti yang terdapat dalam mozaik 8 “Kopi, Sebuah Kisah di Dalam Gelas.”Begitu pula hasil pengamatan yang dilakukan tokoh Ikal mengklasifikasikan karakter manusia khususnya lelaki penggila kopi dari cara mereka memegang gelas kopi. Pengetahuan ini tentu menimbulkan hal yang menggelitik.
           Sayangnya bagi pembaca yang penasaran dengan kisah cinta A-Ling dan Ikal masih belum dapat menemukan perkembangan akhir hubungan mereka dalam novel ini. A-Ling mendapat porsi cerita yang lebih sedikit dibandingkan dengan novel sebelumnya.  Sepertinya harus bersabar menunggu kelanjutan ceritanya dalam novel berikutnya.
            Novel Cinta di Dalam Gelas ini memberikan pengetahuan dan pelajaran yang berharga bagi kita. Melalui kisah Maryamah melawan ketidakberdayaannya dengan keadaan, semangat  juang , dan kemampuannya yangi luar biasa dalam meraih segala cita-cita mengajarkan kepada kita untuk bangkit dari keterpurukan. Seorang wanita dengan penuh keterbatasan mampu mengejar dan belajar apa pun meski itu dianggap sebuah ketidakmungkinan. Perjuangan seorang wanita dalam menegakkan martabatnya dengan sangat elegan ditunjukkan dalam novel ini. Selain itu pembaca pun dapat mengetahui budaya masyarakat Melayu melalui cara khas Andrea Hirata. 


Selasa, 18 Juli 2017

APA YANG TERPIKIR?

Apa yang terpikir di kepala kalian anak-anakku?
Di ruangan ini saat kita bertemu
Saat angka dan huruf tertera
Papan tulis di depan hitam legam
Adakah mimpi kalian tersulam?

Apa yang terbersit di benak kalian anak-anakku?
Saat Bapak dan Ibu guru berdiri membagi ilmu
Tentang akhlak dan budi pekerti mulia
Bekal abadi kelak Engkau di  sana


Apa yang tercetus di hati dan jiwa kalian anak-anakku?
Saat diskusi tentang alam dan hakikatnya
tentang kepekaan sosial di sekitar
tentang jelajahi bumi
tentang sejarah dunia
tentang keanekaragaman satwa dan fauna
tentang indahnya seni dan  bahasa

Ah kami hanya menyiapkan jembatan untuk engkau seberang
membangun istana dari pasir-pasir ilmu yang kau pegang
mewujudkan mimpi yang terus membayang
mengukir senyum untuk orang-orang tersayang

Apa yang tercipta dari seutas kenangan anak-anakku?
ruangan ini, papan tulis ini, dan sedikit ilmu yang kami beri
bangku-bangku yang pernah kau coreti
dengan tinta dan tipek tanda ungkapan hati
bukti kegalauan diri atau bahkan bosan dengan materi pelajaran yang kami beri

Ah...kesedihan kami bukan tentang bangku dan meja yang kau tinggali
tapi saat melihatmu seolah tak berarti
Kebahagiaan bagi kami
adalah menatapmu tegak dan berarti
baktimu untuk negeri menjadi insan yang sejati








Jumat, 14 Juli 2017

LAGU SENDU

Kadang kita perlu mengadu
Meski hanya lewat mata yang sendu
Kadang kita perlu bercerita
Meski tak lewat kata-kata

Segala menyesak saat merasa terdesak
Di sudut ruang kadang  terisak 
Jangan pernah salahkan Tuhan
Untuk segala keadaan

Tangis yang jatuh
Luka yang kentara
Cita yang hampa
Menguap kecewa

Tawa yang renyah
Bahagia merona
Cita yang membara
Menguap gelora

Semua  hanya kembali menjadi air mata

Oh luka dari seribu luka
Terbanglah Engkau di angkasa
Membaurlah bersama semesta
Agar reda segala kecewa

Kapal menuju dermaga
Kita mendekap Desember dalam dada


Senin, 10 Juli 2017

UNTUKMU JULI

Seharusnya kita tak perlu terbata
Mengeja perihal tanda-tanda
Mengalir saja
Ikuti arusnya

Yang bergerak yang berderap
Adalah nafas pengharapan
Tentang mimpi semalam
Mimpi masa depan

Usah jadi igauan atau kicauan
Kita hanya meretas jarak
Dari puing hati yang berserak

Oh pualam senja
Ingin kulepas separuh pengharapan saja
Agar kita tak lagi terbata
Mengeja tanda-tanda