Jenis
Buku : Fiksi
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan keenam : Februari 2016
Tebal Halaman : xvii+316 halaman
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan keenam : Februari 2016
Tebal Halaman : xvii+316 halaman
Bismillahirrahmanirrahiim…
Novel Cinta di Dalam Gelas adalah novel kedua dari dwilogi Padang
Bulan karya Andrea Hirata. Tampilan
halaman sampul dalam novel ini cukup menarik dengan gambar empat orang tokoh
yang mendominasi cerita. Pembaca dapat menebak empat orang tokoh yang terdapat
dalam halaman cover tersebut setelah
mulai membaca isinya. Di deretan depan ada dua orang perempuan. Satu orang
mengenakan burkak dan satu orang di sebelahnya perempuan cantik berambut pirang.
Sementara di belakanganya perempuan berbaju tionghoa ditemani seorang laki-laki
berambut ikal dan bertopi. Ya..mereka adalah Maryamah binti Zamzami, Ninockha
Stronovski, A Ling, dan Ikal. Empat orang tokoh yang menjadi bagian terpenting
dalam kisah Cinta di Dalam gelas.
Novel
Cinta di Dalam Gelas muenceritakan
perjalanan nasib Enong alias Maryamah binti Zamzami yang bertekad untuk
mengikuti pertandingan catur dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Republik
Indonesia. Tekad Maryamah alias Enong adalah mengalahkan mantan suaminya yaitu
Matarom yang telah membuat hidupnya semakin pahit dengan hancurnya
perkawinannya dengan Matarom. Perlakuan Matarom terhadap Enong yang kasar telah
menimbulkan dendam tersendiri di hati Enong.
Enong seorang perempuan tangguh yang sejak usia empat belas tahun telah
menjadi perempuan penambang timah dan sejak ayahnya meninggal telah menjadi
tulang punggung keluarga.
Perjuangan
Enong membalaskan sakit hatinya terhadap Matarom dibantu oleh
sahabat-sahabatnya. Tokoh Ikal sampai membatalkan niatnya untuk bekerja di
Jakarta demi membantu perjuangan Enong. Ide perlawanan Enong pun dikemas dengan
strategi yang penuh intrik dan trik serta keseruan yang kocak nan menggelitik
dengan menghadirkan tokoh Detektif M. Noor-yang dalam novel sebelumnya menjadi
tokoh yang mampu mengocok perut pembaca dengan aksi-aksi lucunya bersama
partner setianya yaitu seekor burung merpati bernama Jose Rizal.
Ninockha Stronovski, seorang
Grand Master catur dunia pun menjadi
tokoh penting di balik setiap permainan catur Maryamah. Tokoh Ikal sengaja
menghubungi Nochka melalui Warnet di Tanjung Pandan untuk memberikan informasi
perkembangan permainan catur Maryamah. Melalui pengintaian yang dilakukan
detektif M. Noor dan Preman Cebol, Tokoh Ikal pun membeberkan pola dan strategi permainan catur
yang dilakukan lawan Maryamah kepada Nochka. Setiap kali pertandingan, Maryamah
mendapat bimbingan jarak jauh dari Grand Master catur dunia tersebut.
Tokoh Ikal juga
merasa takjub dengan semangat Maryamah melawan ketidakmungkinan. Sekarang,
ia siap berjibaku menguasai catur, mengalahkan seorang kampiun seperti Matarom.
Di bagian ini terdapat kutipan
menarik yang ditulis Andrea Hirata di
halaman 115.
Aku mengambil filosofi bahwa belajar
adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak
dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar
dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.
Kutipan ini bisa menjadi magnet bagi pembaca untuk tidak menyerah dalam menghadapi ujian apa pun dan mau berusaha untuk selalu belajar dari kehidupan.
Kutipan ini bisa menjadi magnet bagi pembaca untuk tidak menyerah dalam menghadapi ujian apa pun dan mau berusaha untuk selalu belajar dari kehidupan.
Gaya
penuturan Andrea Hirata yang menggelitik dan cerdas dalam memaparkan tekhnik permainan
catur membuat pembaca seolah disuguhi permainan catur yang nyata. Partai-demi partai dilalui Maryamah dengan penuh perjuangan hingga akhirnya Maryamah bisa menghadapi Matarom di pertandingan final.
Selain tentang catur, pembaca disuguhkan beberapa hal yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan unik orang Melayu yang disajikan secara kocak dan
menghibur. Hasil riset yang dilakukan Andrea Hirata juga berkaitan dengan sosial dan kultural serta watak manusia dalam
hubungannya dengan lingkungan. Filosofi kopi dan berbagai catatan penting yang
berhasil ditulis Tokoh Ikal dalam Buku Besar Peminum Kopi dikemas dengan
catatan-catatan yang mampu membuat pembaca tersenyum geli seperti yang terdapat dalam
mozaik 8 “Kopi, Sebuah Kisah di Dalam Gelas.”Begitu pula hasil pengamatan yang
dilakukan tokoh Ikal mengklasifikasikan karakter manusia khususnya lelaki
penggila kopi dari cara mereka memegang gelas kopi. Pengetahuan ini tentu
menimbulkan hal yang menggelitik.
Sayangnya bagi pembaca yang
penasaran dengan kisah cinta A-Ling dan Ikal masih belum dapat menemukan
perkembangan akhir hubungan mereka dalam novel ini. A-Ling mendapat porsi cerita yang lebih sedikit dibandingkan dengan novel sebelumnya. Sepertinya harus bersabar
menunggu kelanjutan ceritanya dalam novel berikutnya.
Novel
Cinta di Dalam Gelas ini memberikan pengetahuan dan pelajaran yang berharga
bagi kita. Melalui kisah Maryamah melawan ketidakberdayaannya dengan keadaan,
semangat juang , dan kemampuannya yangi luar
biasa dalam meraih segala cita-cita
mengajarkan kepada kita untuk bangkit dari keterpurukan. Seorang wanita dengan
penuh keterbatasan mampu mengejar dan belajar apa pun meski itu dianggap sebuah
ketidakmungkinan. Perjuangan seorang wanita dalam menegakkan martabatnya dengan
sangat elegan ditunjukkan dalam novel ini. Selain itu pembaca pun dapat mengetahui budaya masyarakat Melayu melalui cara khas Andrea Hirata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar