Pagiku masih dipenuhi suara burung cicit di beranda
mengais makanan penuh keriangan
Buliran embun tertawa
Keriangan pagi bersahaja
Udara pagi adalah rindu yang sama
Menghirupnya seperti dingin yang tertahan
pada setiap percakapan
Bukankah jarak selalu ada?
Jangan bilang kangen
Sungguh langit tak mampu menahan awan
yang menurunkan hujan
Karena aku lebih kangen darimu
Bahkan burung cicit pun tetap riang sampai pagi kembali menjelang
Meski saat petang rindu selalu membayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar