Di matamu
mengalir mata air syurga
Biar kureguk tiap tetesnya
dahaga sirna
Kesedihan, kesepian
Biar kubasuh
Meski kereta terus melaju
Meninggalkanmu perlahan
Tangan penuh kasih
Mengantarku dalam isak
Adakah luka yang lebih tak berdarah
Menahan rindu ini untukmu
Biar kupeluk jarak yang membentang
Di wajah keriputmu kubersandar
Lenteraku biarlah benderang
Di ujung usia
saat pengabdian belum reda
Jangan pergi
Jangan pergi
Jerit suaramu terngiang
Sementara kaki menjelajah waktu
Ibu....
Tuggu aku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar