PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS GENRE
Oleh : Syarifatul Musyarofah, S.Pd.
Di Tahun ajaran baru 2019-2020 hampir seluruh sekolah akan memberlakukan kurikulum 2013 di semua jenjang. Kurikulum 2006 yang semula masih diberlakukan di beberapa sekolah sudah harus beralih ke kurikulum 2013. Perubahan ini tentu berpengaruh terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya di kelas IX yang tahun sebelumnya, beberapa sekolah masih menggunakan kurikulum 2006.
Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 memiliki perbedaan dengan pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2006. Perbedaan tersebut terletak pada beberapa aspek. Aspek yang paling dominan yang membedakannya adalah pada kurikulum 2006, pembelajaran bahasa Indonesia berbasis komunikasi. Sedangkan pada kurikulum 2013 pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang menunjukkan bahwa Mapel Bahasa Indonesia berorientasi pada pengembangan materi berbasis genre.
Pembelajaran berbasis genre merupakan pendekatan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi para siswa. Pembelajaran ini dianggap berhasil dalam mengembangkan kemampuan berbahasa siswa, terutama dalam kaitan dengan keterampilan membaca dan menulis. Hal tersebut sejalan dengan keterampilan yang harus dimiliki siswa abad 21 yaitu keterampilan dalam berpikir kritis, memiliki sikap kreatif, memiliki kemampuan kolaboratif, serta memiliki kemampuan berkomunikasi.
Terdapat empat komponen pembelajaran berbasis teks yang terdapat dalam kurikulum 2013 yang dikenal dengan istilah 4C, yaitu cognitive (kognitif), content ( Konten), context, dan communication (komunikasi). Hal tersebut yang membedakan dengan pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2006 yang lebih menekankan hanya pada keterampilan berkomunikasi, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Konten yang diusung dalam kurikulum 2013 diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi siswa.
Teks dalam bahasa Indonesia memiliki makna sebagai peristiwa berbahasa yang ada di masyarakat. Peristiwa berbahasa tersebut dapat berupa peristiwa lisan maupun tulisan. Genre sendiri merupakan pengelompokkan dari suatu peristiwa komunikasi. Setiap peristiwa komunikasi memiliki tujuan komunikatif yang khas yang juga berbeda wujud komunikasinya. Wujud komunikasi ini ditentukan oleh masyarakat yang menghasilkan genre tersebut. (Swales, 2003)
Untuk memahami beberapa tipe teks ada beberapa prinsip yang bisa disepakati, yaitu (1) teks terbentuk karena tuntutan kegiatan sosial; (2) teks itu memiliki fungsi/ tujuan sosial; (3) bentuk teks merupakan hasil konvensi; (4) kebahasaan (tata bahasa) suatu teks bersifat fungsional sesuai tujuan sosial; (5) bahasa teks, seperti kosa kata, tata bahasa, atau cirri lainnya tidak boleh diajarkan terpisah dari pertimbangan struktur teksnya (Biber & Conrad, 2009).
Genre berkenaan dengan fungsi dan tujuan sosial, struktur, dan ciri kebahasaan suatu teks. Oleh sebab itu pendekatan berbasis genre juga terkadang disebut berbasis teks. Pemahaman terhadap karakteristik teks, baik itu fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaan dapat mempermudah siswa dalam mendalami, memproduksi, maupun mengkreasikan teks-teks itu di dalam konteks keperluan hidup sehari-hari siswa.
Teks merupakan kegiatan sosial, tujuan sosial. Ada tujuh jenis teks sebagai tujuan sosial, yaitu laporan (report), rekon ( recount), eksplanasi ( explanation), eksposisi (exposition, discussion, response or review), deskripsi (description), prosedur (procedure), dan narasi (narrative).
Ketujuh teks tersebut di dalam kurikulum 2013 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia diturunkan ke dalam jenis-jenisnya yang spesifik, yaitu kelas VII meliputi teks deskripsi, cerita fantasi, prosedur, laporan observasi, puisi rakyat, surat, dan cerita rakyat. Sedangkan materi untuk kelas VIII, yaitu teks berita, iklan, eksposisi, puisi, eksplanasi, ulasan, persuasi, dan teks drama. Selanjutnya untuk materi kelas IX meliputi teks laporan, pidato, narasi, tanggapan, diskusi, dan cerita inspirasi.
Untuk memudahkan di dalam pendalamannya sekian jenis-jenis teks tersebut dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua tipe, yakni (1) teks yang berbasis fakta dan (2) teks yang berbasis imajinasi. Teks berbasis fakta antara lain , meliputi teks deskripsi, teks prosedur, teks laporan, surat, berita, iklan, eksposisi, eksplanasi, ulasan, pidato, narasi (biografi, pengalaman), tanggapan, diskusi, dan cerita inspirasi-faktual. Sedangkan teks berbasis imajinasi, antara lain meliputi cerita fantasi, puisi rakyat, cerita rakyat, puisi, drama, narasi (Cerpen, novel), dan cerita inspirasi-imajinatif.
Penentuan keragaman teks dapat dilihat dari tiga hal. yaitu fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaan. Dari segi fungsi, sebuah teks dapat memiliki fungsi yaitu menggambarkan (describing), menceritakan ( narrating), menjelaskan (explaining), memerintah (instructing), dan meyakinkan (arguing). Sedangkan dari segi struktur dapat dilihat dari susunan dan urutan penyajian. Kemudian dari segi kaidah kebahasaan dapat dilihat dari jenis kalimat dan pilihan kata.
Berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre) yang telah dipaparkan di atas, maka tugas guru bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 ini harus mampu mengajarakan kepada siswa bahwa setiap teks memiliki perbedaan baik dari segi struktur, fungsi, dan kebahasaan. Guru pun harus mampu menggali potensi siswa untuk berpikir kritis dengan mengawali setiap teks sesuai dengan konteks apa, mengapa, siapa, kapan, bagaimana dan untuk apa teks itu dipelajari siswa. Selain itu setiap teks diawali dengan kemampuan berpikir kritis sesuai dengan tahapan dalam taksonomi bloom yaitu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan dalam kaitannya dengan pengunaan bahasa Indonesia secara efektif pada ragam sastra maupun nonsastra. Sehingga pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre) dapat meningkatakan kemampuan berbahasa secara kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
Mantul ilmunya 😄😍 informasinya bermanfaat sekali 👍💖
BalasHapusTinggal kasih subjudul aza biar lebih mudah menangkap ide
Hatur nuhun sudah mampir Bu Yay...makasih juga masukannya..😄🙏🙏
BalasHapus