Rabu, 03 Juli 2019

KADO TERINDAH UNTUKKU

MasyaAllah Tabarakallahu... Hari ini bener-bener dibuat brebes mili oleh dua orang tercintaku. Setiap tahun hampir tak pernah kami rayakan hari kelahiran dengan acara khusus. Hanya ungkapan syukur sederhana berupa doa sebagai pengingat bahwa jatah umur berkurang. Pun dengan hadiah atau kado. Tak ada kewajiban bahwa setiap dari kami ulang tahun harus ada hadiah. Nah... tentang hadiah ini pun kami punya cara masing-masing menafsirkannya. Intinya seperti selalu ada semangat berbagi dan membahagiakan. Tak selalu berupa barang,  kadang berupa sepucuk surat cinta atau hanya kue yang dimakan bersama.  Bahkan kadang tak harus mahal harganya.

Nah di tanggal ini saat jatah usiaku berkurang,  tentu suamilah orang pertama yang mengucapkan. Bahkan dari malam harinya beliau sudah memberikan candaan bahwa hanya doa yang bisa diucapkan. Aku pun sudah wanti-wanti dan membalas candaannya kalau istrinya pun gk minta apa-apa.😂😂

Begitu juga dengan anakku. Nyaris tidak memperlihatkan tanda-tanda akan memberikan surprise buat emaknya. Malah dua hari ini selalu ada aja yang bikin emaknya 'tandukkan'. Bahkan ketika kemarin minta izin mau main ke rumah temen SMP nya. Tak ada gelagat untuk beli "kado" karena sengaja kukasih uang jajan pas hanya untuk ongkos dan makan siangnya😁😁

Alhasil pagi harinya semua tampak normal saja. Suami berangkat ke kantor seperti biasa. Sedangkan aku masih menikmati libur berasma anakku. Ucapan selamat hari lahir dari suami baru kubuka saat beliau sudah berangkat.  Tapi itu sudah lebih dari hadiah terindah. Doa dari yang terkasih. 😊😊

Kejadian berikutnya yang bikin brebes mili yaitu saat emaknya masih pakpikpuk dengan cucian piring tiba-tiba ada yang meluk,  nyium pipi sambil bilang "met ultah Ibu... "suara indah serasa berada di syurga. "Ini hadiah buat Ibu... "sahut anakku sambil membawa bungkusan kado bersampul merah bunga-bunga.

Hiks... Luluh haru. Rasanya ngerasa bersalah banget kemarin udah sempet tandukkan dan ngomel gara-gara anakku pulang sampai sore. Padahal dia beli kado dari uang jajan yang ia kumpulkan. Ah... Kupeluk anakku erat. Selalu ada mutiara di hatinya. "Maafin Ibu ya Ka" kuciumi pipinya... 😭😭

Sebagai rasa terima kasihku, kami pun menghabiskan waktu bersama sepanjang siang itu. "Ibu traktir ya. Kita jalan yuk sambil beli perlengkapan sekolah Kaka." Anakku tersenyum mata indahnya penuh kasih. Kugandeng tangannya erat menikmati jalanan Bandung yang mulai terik Juli ini. Menikmati bakso,  menikmati es krim, menikmati karunia yang Allah beri. 😇😇

Sore harinya saat menyiapkan makan malam. Kukirim pesan singkat ke suami kalau ia tak perlu membeli hadiah apa-apa. Kembali mengingatkan karena kutahu betul suami pasti menyiapkan sesuatu. Kubuatkan makanan kesukaannya. Tapi sampai dengan pukul 20.00 masih belum datang juga. Antara curiga kalau suami mampir dulu ke suatu tempat untuk membeli kado atau memang banyak kerjaan ya? Hatiku bertanya-tanya. Mengiriminya beberapa pesan singkat untuk tahu dimana berada.

Dan benar saja ketika sampai di rumah. Suami membawa bungkusan. Aku sudah senyum-senyum. Walaupun gak minta tapi seneng juga ya klo dapat hadiah😂😂😂 suara hatiku mesem-mesem.

"Alhamdulillah  Bu hari ini Ayah dapat kado dari anak-anak" sahut suami dengan santainya sambil membuka bungkusan berisi sepatu laki-laki. Iya itu sepatu laki-laki. Mataku terbelalak. Hmmm.. Padahal udah GR tadi. 😅😅😅Ternyata itu kado dari anak-anak di kantor suami yang belum sempat dikasihkan karena suami keburu ke luar kota. Kebetulan bulan lalu suamiku memang ulang tahun.
"Ayah sibuk banget td, jadi maaf ya gk bisa kasih kado... " sahut suami seakan tau isi hatiku. 😅

Aku tersenyum. Ada perasaan geli karena tadi sempet kecele. Selesai makan malam dan membuka pintu kamar...ternyata ada kado istimewa yang sudah disiapkan. Sepasang sepatu dan tas yang senada warnanya. Dibungkus dengan tas jinjing. Sebaris pesan berupa untaian tulus cukup membuatku kembali brebes mili. Ya Allah terima kasih untuk kado terindah yaitu dua orang tercinta yang Engkau anugerahkan untukku..... Barakallahu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar