Batu telah mulai melumut
Perdu menjalar serupa belukar
Sudut ruang telah kosong
Kursi tua yang reot
Letih dimakan zaman
Atap rumah lapuk
Dinding lembab menyergap
Beku menyeruak
Lentera tua menggantung bayang
Diri merunduk termakan usia
Seolah menyatu bersama debu
Lantai yang dipijak tak dapat menghapus jejak
Mengapa datang hari ini?
Menjemput bunga-bunga layu di jambangan?
Kini tinggal tiang-tiang rapuh
menuntun langkah
Menepis lengah
Usah kau datang hari ini
Biarkan kaca-kaca berdebu
Karena rumah ini ada di beranda hati
Selasa, 28 Februari 2017
Kamis, 23 Februari 2017
Ketika Seorang Istri Sakit
Hari ini masih terbaring sakit. Sepertinya efek kecapean pulang dari luar kota tiga hari yang lalu. Wah...kalo emak-emak yang sakit kebayang ya repotnya di rumah. Apalagi emak-emak yang gak punya pembantu di rumah. Dilarang sakit seolah jadi maklumat. Yup...pernyataan untuk dilarang sakit seolah harus terpatri demi keharmonisan dan keutuhan rumah tangga. Gak kebayang kan klo seorang emak sakit. Wah cucian yang numpuk, setrikaueun, rumah berantakan, serta segudang kerjaan rumah lainnya. Hiihihi kok lebay amat ya. Padahal sakit kan manusiawi semua orang pasti mengalami tak terkecuali bagi emak-emak yang bekerja di luar rumah atau ibu rumah tangga.
Apalagi saat cuaca seperti sekarang. Hujan mendera setiap hari. Kadang panas tak tertahan. Tapi kita tidak boleh menyalahkan cuaca karena panas atau hujan itu adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri. Yang pasti cuaca apa pun, kondisi apa pun emak-emak dilarang sakit.
Nah saat sakit tak terelakkan lagi apa saja sih hal yang harus dilakukan seorang emak. Ini tips sederhana dari seorang emak yang sederhana pula hehe:
1. Berdoalah
Segala sakit datang dari Allah maka mintalah agar Allah mengangkat segala penyakit kita. Tegakkan sholat dan bermunajatlah. Isi waktu dengan membaca Al-Quran, sesungguhnya membaca Al-Quran itu adalah obat hati.
2. Beristirahatlah
Curilah waktu-waktu untuk istirahat saat suami sudah berangkat bekerja dan saat anak ke sekolah. Jika emak punya balita, beristirahalah saat balitanya bobo. Pejamkan mata rehat sejenak.
3. Periksalah Kotak Obat di Rumah
Jika demam masih berlanjut atau sakit masih dirasa, cek persediaan obat. Ambillah obat pereda sakit yang tersedia. Biasanya saya selalu tandai stok obat dari dokter, mencatat pula tanggalnya sehingga bisa dipakai sewaktu-waktu diperlukan. Namun, jika sakit berlanjut segera hubungi dokter ya Mak.
4. Pilah Pekerjaan Rumah
Pisahkan mana pekerjaan rumah yang urgen dan tidak urgen. Pekerjaan yang berat simpan nanti jika kondisi sudah pulih. Lakukan pekerjaan rumah yang ringan saja dulu. Contoh menyetrika bisa kita simpan di akhir pekan atau jika urgen setrikalah pakaian si kecil saja dulu. Begitu pun memasak, emak bisa memasak yang sederhana dulu saja yang tidak membutuhkan tenaga besar. Yang penting tercukupi kebutuhan sayur dan gizi keluarga.
5. Konsumsi Buah dan Sayur
Ini mah wajib agar kondisi cepat pulih. Buah dan sayur pun tidak perlu yang mahal. Jika persediaan buah dan sayur menipis, emak bisa minta tolong Pak Suami untuk membeli sepulang bekerja. Beri catatan buah dan sayur yang harus dibeli. Kebutuhan lain, emak bisa titipkan juga ke suami untuk membeli.
6. Air Putih, Doping Vitamin dan Madu
Minum air putih delapan gelas wajib hukumnya ya Mak. Dua sendok madu saat bangun tidur bisa turut memulihkan stamina emak-emak juga lho. Plus vitamin untuk menambah stamina. Minuman elektrolit dan beroksigen juga bagus untuk tubuh. Apalagi sekarang sedang tren infused water. Emak bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara yang mudah. Paduan lemon, jahe, daun mint untuk mengobati radang tenggorokan. Atau paduan apel, daun mint, dan biji selasih untuk stamina.
7. Pijatan dan Kasih Sayang Suami
Saat sakit, emak jangan sungkan untuk meminta tolong kepada suami memijit atau menyiapkan makan atau menyiapkan air hangat untuk kita. Percayalah obat yang mujarab itu adalah kasih sayang dan ketulusan suami saat merawat kita sakit. Pengertian dari Pak suami ini adalah pelipur dari segala sakit. Jika suami jauh teleponlah dan sampaikan tentang kondisi Emak ya.
8.Motivasi Diri
Sumber utama kesembuhan selain dari ridho Allah adalah dari diri sendiri. Tumbuhkan semangat dan motivasi diri, lihat buah hati dan orang tercinta. Insyaallah kesehatan kita akan pulih kembali sesuai dengan semangat dan motivasi diri.
9. Olah raga Teratur
Nanti kalau sudah pulih jangan lupa berolahraga ya Mak..ini penting agar Peredaran darah lancar dan fit setiap hari.
10.Positif Thinking
Berpikir positif menumbuhkan sikap positif. Apapun yang terjadi keep positif ya Mak.
Ok Mak..sekian dulu tips sederhananya ya. Jangan lupa sehat jangan lupa bahagia. Sayangi keluarga kita dengan menjaga kesehatan diri kita juga.
Muhasabah Diri
Saat sakit melanda
saatnya mengistirahkan raga
tubuh selalu punya sinyalnya sendiri
Kode lewat kepala, lambung,
sumsum tulang yang bergemeretak
Hingga paru-paru pun mulai sesak
Aliran darah seperti lamban mengalir
Jantung pun lambat berpacu
Efek limbung jalan terhuyung
Tubuh menggigil meriang
Demam bergantian datang
Saat sakit melanda
Bilakah Izroil tiba?
Mengetuk pintu dan menghampiri
Menyampaikan salam tibalah saatnya
Pintu keabadaian telah dibuka
Sudah siapkah diri?
Bekal abadi yang dibawa nanti
Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh
Rabb..ternyata bekalku belum cukup
Amalanku di dunia tak sebanding dengan dosa
Ilmuku masih belum bermanfaat tuk semua
Dan beri waktu ya Rabb...
agar kami bisa melahirkan,
mendidik generasi-generasi sholeh yang mampu menghadiahkan mahkota
tuk orang tuanya di padang Mahsyar nanti
Generasi penegak agamaMu
Generasi yang cinta RasulMu
Generasi yang cinta Al-Qur'anMu
Masih belum cukup bekalku Rabb..
Menjaga hati, lisan, perbuatanku
Dari iri, dengki, dan nafsu dunia
Masih belum cukup amalku Rabb
Menegakkan yang lima dan sunah-sunahMu
Masih berat diri ini bangun di sepertiga malamMu
Masih jauh bekal diri ini
Masih jauh....
saatnya mengistirahkan raga
tubuh selalu punya sinyalnya sendiri
Kode lewat kepala, lambung,
sumsum tulang yang bergemeretak
Hingga paru-paru pun mulai sesak
Aliran darah seperti lamban mengalir
Jantung pun lambat berpacu
Efek limbung jalan terhuyung
Tubuh menggigil meriang
Demam bergantian datang
Saat sakit melanda
Bilakah Izroil tiba?
Mengetuk pintu dan menghampiri
Menyampaikan salam tibalah saatnya
Pintu keabadaian telah dibuka
Sudah siapkah diri?
Bekal abadi yang dibawa nanti
Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh
Rabb..ternyata bekalku belum cukup
Amalanku di dunia tak sebanding dengan dosa
Ilmuku masih belum bermanfaat tuk semua
Dan beri waktu ya Rabb...
agar kami bisa melahirkan,
mendidik generasi-generasi sholeh yang mampu menghadiahkan mahkota
tuk orang tuanya di padang Mahsyar nanti
Generasi penegak agamaMu
Generasi yang cinta RasulMu
Generasi yang cinta Al-Qur'anMu
Masih belum cukup bekalku Rabb..
Menjaga hati, lisan, perbuatanku
Dari iri, dengki, dan nafsu dunia
Masih belum cukup amalku Rabb
Menegakkan yang lima dan sunah-sunahMu
Masih berat diri ini bangun di sepertiga malamMu
Masih jauh bekal diri ini
Masih jauh....
Senin, 13 Februari 2017
Bilakah?
Bilangan waktu berjalan
Riuh rendah suara nyanyian
Senandung yang sama
Rindu yang sama
Di sudut kota jiwa terengah mencari bayang yang seakan hilang
Di antara gulita cahaya berpendar silaukan mata
Dari bukit dan menara Bandung Utara
Hanya kerlip melingkar sejauh pandangan mata
Lalu kisah tergelar sejauh ingatan
Mengais jejak-jejak yang terekam
Ada luka lebam di ulu hati terdalam
Isak tertahan helaan nafas kehidupan
Di bukit itu kau kenalkan aku pada alam
Pendakian sesungguhnya tak pernah usai katamu
Aku tak paham waktu itu
Dan kau hanya usap rambutku
Di menara itu aku tertawa
Ini kebebasanku melihat dunia
Dunia kecil versiku saja
Lagi-lagi kau hanya usap rambutku
Mungkin pikirmu aku kembali tak paham
Kerlip memendar semakin jauh
Di atas balkon ini seakan berada di bukit dan menara yang sama
Tapi mengapa ada luka
Menghantar sepi di keramaian kota
Jelajahku adalah menutupkan kenangan.
Riuh rendah suara nyanyian
Senandung yang sama
Rindu yang sama
Di sudut kota jiwa terengah mencari bayang yang seakan hilang
Di antara gulita cahaya berpendar silaukan mata
Dari bukit dan menara Bandung Utara
Hanya kerlip melingkar sejauh pandangan mata
Lalu kisah tergelar sejauh ingatan
Mengais jejak-jejak yang terekam
Ada luka lebam di ulu hati terdalam
Isak tertahan helaan nafas kehidupan
Di bukit itu kau kenalkan aku pada alam
Pendakian sesungguhnya tak pernah usai katamu
Aku tak paham waktu itu
Dan kau hanya usap rambutku
Di menara itu aku tertawa
Ini kebebasanku melihat dunia
Dunia kecil versiku saja
Lagi-lagi kau hanya usap rambutku
Mungkin pikirmu aku kembali tak paham
Kerlip memendar semakin jauh
Di atas balkon ini seakan berada di bukit dan menara yang sama
Tapi mengapa ada luka
Menghantar sepi di keramaian kota
Jelajahku adalah menutupkan kenangan.
Jumat, 03 Februari 2017
CANDU MENULIS ALA KAGUM
Istilah
candu rasanya sudah tak asing lagi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata
ini mengacu pada sesuatu yang menjadi kegemaran. Lalu bagaimana kata candu bisa
melekat dengan kata menulis? Inilah yang penulis rasakan saat bergabung dengan Komunitas Gemar Menulis dan Membaca (KAGUM). Sebuah
komunitas yang mewadahi orang-orang kreatif yang ingin terus belajar, mengembangkan
bakat dan minatnya dalam dunia kepenulisan. Bergabung dengan komunitas ini
seolah menimbulkan rasa candu dalam menulis. Efek ketagihan untuk menulis,
menulis, dan menulis lagi.
Seiring dengan bergulirnya program literasi yang
dicanangkan pemerintah, KAGUM seolah menjadi pelangi harapan bagi kemajuan
literasi di Indonesia. Pun ketika kemampuan membaca dan menulis yang masih
rendah menjadi keprihatinan banyak pihak, KAGUM seolah menjawab tantangan
tersebut. Ini tentu menjadi angin segar. Akan semakin banyak penulis pemula
yang ingin belajar menuangkan gagasan dan pikiran dalam bentuk tulisan.
Bagi sebagian orang
yang terbiasa dengan menulis, maka keterampilan ini menjadi keterampilan yang
sangat mudah. Namun, bagi pemula butuh proses yang panjang untuk bisa
menggabungkan beragam ide sehingga menjadi sebuah tulisan. Proses inilah yang
kemudian menjadi bibit candu untuk mulai mencintai dan berbaur dengan tulisan.
Proses menimba informasi lewat membaca tak bisa dielakkan. Semakin banyak
menggali informasi melalui bacaan semakin banyak pula ilmu yang didapat. Menulis
tanpa membaca bagai perahu tanpa nahkoda atau seperti termos air, apa yang
diisi itulah yang dikeluarkan. Candu bagi pemula adalah ketika menikmati setiap
proses. Menggali informasi dan menguntaikan kalimat yang dirangkai sedemikian rupa
sehingga menghasilkan tulisan yang bermakna. Seperti yang dikemukakan Jago Tarigan (1995:
117), menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.
Efek candu dalam
menulis dapat muncul dari perubahan dalam diri seorang penulis tatkala
mendapatkan nilai kepuasan dari menulis.
Nilai kepuasan itu tidak selalu berbentuk materi. Kepuasan psikologis
lebih berarti. Kepuasan inilah yang membuat penulis lebih memaknai manfaat
menulis yang sebenarnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Akhadiah (1998:1) berpendapat ada delapan manfaat atau
kegunaan menulis yaitu sebagai berikut.
Pertama, melalui kegiatan menulis, dapat
mengenali kemampuan dan potensi diri yang dimiliki. Kedua, melalui
kegiatan menulis, dapat melatih dalam mengembangkan berbagai gagasan. Ketiga,
melalui kegiatan menulis akan dapat lebih banyak menyerap, mencari, serta
menguasai informasi sehubungan dengan topik yang ditulis. Keempat, melalui
kegiatan menulis, dapat mengorganisakan gagasan secara sistematis serta
mengungkapkannya secara tersurat. Kelima, melalui kegiatan menulis akan
dapat meninjau serta menilai gagasannya sendiri secara objektif. Keenam,
melalui kegiatan menulis akan lebih mudah memecahkan permasalahan dengan
menganalisis permasalahan yang telah tersurat dalam konteks yang lebih konkret.
Ketujuh, melalui kegiatan menilis, penulis terdorong untuk terus belajar
secara aktif. Kedelapan, melalui
kegiatan menulis yang terencanakan membiasakan penulis berpikir serta berbahasa
secara tertib dan teratur.
Efek menulis pun menurut peneliti dari Universitas Texas,
James Pennebaker, bisa memperkuat sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan
T-lymphocytes. Pennebaker meyakini, menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan
akan membantu seseorang untuk memahaminya. Dengan begitu, akan mengurangi
dampak penyebab stres terhadap kesehatan fisik.
Dengan menulis berarti mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional. Saat melatih otak kiri, otak kanan akan bebas untuk mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Singkatnya, menulis bisa menyingkirkan hambatan mental dan memungkinkan seseorang menggunakan semua daya otak untuk memahami diri , orang lain, serta dunia sekitar dengan lebih baik.
Melalui
komunitas KAGUM kemampuan menulis dapat
terasah. Kemampuan mengembangkan diri dan bersosialisasi dengan sesama penggiat
literasi pun membuat komunitas ini mendapat tempat tersendiri. Apresiasi dari
mentor yang positif pun membuat efek candu semakin terasa. Dengan candu menulis, semakin banyak orang
yang dapat mengetahui kemampuan diri yang dimiliki, mengembangkan gagasan dan
ide, mengurangi permasalahan yang menumpuk, memetakan masalah, mampu
meningkatkan kegiatan belajar, membantu ingatan, mengatasi trauma, menyehatkan,
dan dapat digunakan sebagai sumber
penghasilan. Terima kasih KAGUM..semoga semakin mengagumkan.
Dengan menulis berarti mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional. Saat melatih otak kiri, otak kanan akan bebas untuk mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Singkatnya, menulis bisa menyingkirkan hambatan mental dan memungkinkan seseorang menggunakan semua daya otak untuk memahami diri , orang lain, serta dunia sekitar dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah, Subarti, dkk. 1998. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. IKIP Jakarta: Erlangga.
Gie, The Liang. 2002. Terampil
Mengarang. Yogyakarta: ANDI.
Komaidi,
Didik. 2007. Aku Bisa Menulis. Panduan Praktis Menulis Kreatif Lengkap. Yogyakarta: Sabda Media.
Sofyan, Ahmadi. 2006. Jangan Takut
Menulis. Tip-tip Cerdas dan Terapi Mengolah Diri menjadi Penulis Produktif. Jakarta: Prestasi Pustaka.
http://maindakon.blogspot.co.id/2012/08/manfaat-menulis-secara-psikologis.html
Langganan:
Komentar (Atom)