Bilangan waktu berjalan
Riuh rendah suara nyanyian
Senandung yang sama
Rindu yang sama
Di sudut kota jiwa terengah mencari bayang yang seakan hilang
Di antara gulita cahaya berpendar silaukan mata
Dari bukit dan menara Bandung Utara
Hanya kerlip melingkar sejauh pandangan mata
Lalu kisah tergelar sejauh ingatan
Mengais jejak-jejak yang terekam
Ada luka lebam di ulu hati terdalam
Isak tertahan helaan nafas kehidupan
Di bukit itu kau kenalkan aku pada alam
Pendakian sesungguhnya tak pernah usai katamu
Aku tak paham waktu itu
Dan kau hanya usap rambutku
Di menara itu aku tertawa
Ini kebebasanku melihat dunia
Dunia kecil versiku saja
Lagi-lagi kau hanya usap rambutku
Mungkin pikirmu aku kembali tak paham
Kerlip memendar semakin jauh
Di atas balkon ini seakan berada di bukit dan menara yang sama
Tapi mengapa ada luka
Menghantar sepi di keramaian kota
Jelajahku adalah menutupkan kenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar