Dua tangan tengadah
Hening...kalam jiwa bersuara
Sayup rindu bergetar
Perjalanan selalu mengandung penantian
kemudian bergegas melangitkan doa-doa
Sajakku selalu kau bawa
antara langit Bandung-Surabaya
Meski satu rotasi saja
dari pagi hingga pekat cahaya
Atau bahkan hari-hari berikutnya
Saat padat agenda kerja
Pulanglah saat tubuh letihmu tiba
Senyum yang kusulam dari bahu waktu
Siap menyambutmu
Memerdekakan hari meski sejenak
Tengoklah ke jendela
Hamparan awan berkerumun
Membentuk satu kata "Rindu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar