Keranjang Cirengmu masih penuh hari ini
Padahal terik tepat di ubun-ubun
Derap kaki pejalan kaki
Tak surutkan suara kecilmu
Duhai gadis kecil
Mengais rejeki di usia dini
Meneriakkan mimpi
Dari keranjang Cirengmu
Semangat bergelora teringat adik dan Ibu
Beban hidup yang dibawa
Kuatkan langkah kecilmu
Kadang Wajahmu tertunduk saat mereka tak pedulikanmu
Terlihat kesedihan menggantung di matamu
"Bu Cirengnya Bu..."
Suaramu kian pilu
Menyayat kalbu
Saat teman-teman seusiamu
Menikmati masa-masa indah mereka
Kau bergelut dengan waktu
"Bu Cirengnya Bu..."
Suaramu hentakkan lamunanku
Sedikit rupiah semoga mengukir senyummu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar