Sabtu, 13 Juli 2019

TUNGGU AKU

Di matamu
mengalir mata air syurga
Biar kureguk tiap tetesnya
dahaga sirna

Kesedihan, kesepian
Biar kubasuh
Meski kereta terus melaju
Meninggalkanmu perlahan

Tangan penuh kasih
Mengantarku dalam isak
Adakah luka yang lebih tak berdarah
Menahan rindu ini untukmu

Biar kupeluk jarak yang membentang
Di wajah keriputmu kubersandar
Lenteraku biarlah benderang
Di ujung usia
saat pengabdian belum reda
Jangan pergi
Jangan pergi
Jerit suaramu terngiang
Sementara kaki menjelajah waktu
Ibu....
Tuggu aku...

Rabu, 03 Juli 2019

KADO TERINDAH UNTUKKU

MasyaAllah Tabarakallahu... Hari ini bener-bener dibuat brebes mili oleh dua orang tercintaku. Setiap tahun hampir tak pernah kami rayakan hari kelahiran dengan acara khusus. Hanya ungkapan syukur sederhana berupa doa sebagai pengingat bahwa jatah umur berkurang. Pun dengan hadiah atau kado. Tak ada kewajiban bahwa setiap dari kami ulang tahun harus ada hadiah. Nah... tentang hadiah ini pun kami punya cara masing-masing menafsirkannya. Intinya seperti selalu ada semangat berbagi dan membahagiakan. Tak selalu berupa barang,  kadang berupa sepucuk surat cinta atau hanya kue yang dimakan bersama.  Bahkan kadang tak harus mahal harganya.

Nah di tanggal ini saat jatah usiaku berkurang,  tentu suamilah orang pertama yang mengucapkan. Bahkan dari malam harinya beliau sudah memberikan candaan bahwa hanya doa yang bisa diucapkan. Aku pun sudah wanti-wanti dan membalas candaannya kalau istrinya pun gk minta apa-apa.😂😂

Begitu juga dengan anakku. Nyaris tidak memperlihatkan tanda-tanda akan memberikan surprise buat emaknya. Malah dua hari ini selalu ada aja yang bikin emaknya 'tandukkan'. Bahkan ketika kemarin minta izin mau main ke rumah temen SMP nya. Tak ada gelagat untuk beli "kado" karena sengaja kukasih uang jajan pas hanya untuk ongkos dan makan siangnya😁😁

Alhasil pagi harinya semua tampak normal saja. Suami berangkat ke kantor seperti biasa. Sedangkan aku masih menikmati libur berasma anakku. Ucapan selamat hari lahir dari suami baru kubuka saat beliau sudah berangkat.  Tapi itu sudah lebih dari hadiah terindah. Doa dari yang terkasih. 😊😊

Kejadian berikutnya yang bikin brebes mili yaitu saat emaknya masih pakpikpuk dengan cucian piring tiba-tiba ada yang meluk,  nyium pipi sambil bilang "met ultah Ibu... "suara indah serasa berada di syurga. "Ini hadiah buat Ibu... "sahut anakku sambil membawa bungkusan kado bersampul merah bunga-bunga.

Hiks... Luluh haru. Rasanya ngerasa bersalah banget kemarin udah sempet tandukkan dan ngomel gara-gara anakku pulang sampai sore. Padahal dia beli kado dari uang jajan yang ia kumpulkan. Ah... Kupeluk anakku erat. Selalu ada mutiara di hatinya. "Maafin Ibu ya Ka" kuciumi pipinya... 😭😭

Sebagai rasa terima kasihku, kami pun menghabiskan waktu bersama sepanjang siang itu. "Ibu traktir ya. Kita jalan yuk sambil beli perlengkapan sekolah Kaka." Anakku tersenyum mata indahnya penuh kasih. Kugandeng tangannya erat menikmati jalanan Bandung yang mulai terik Juli ini. Menikmati bakso,  menikmati es krim, menikmati karunia yang Allah beri. 😇😇

Sore harinya saat menyiapkan makan malam. Kukirim pesan singkat ke suami kalau ia tak perlu membeli hadiah apa-apa. Kembali mengingatkan karena kutahu betul suami pasti menyiapkan sesuatu. Kubuatkan makanan kesukaannya. Tapi sampai dengan pukul 20.00 masih belum datang juga. Antara curiga kalau suami mampir dulu ke suatu tempat untuk membeli kado atau memang banyak kerjaan ya? Hatiku bertanya-tanya. Mengiriminya beberapa pesan singkat untuk tahu dimana berada.

Dan benar saja ketika sampai di rumah. Suami membawa bungkusan. Aku sudah senyum-senyum. Walaupun gak minta tapi seneng juga ya klo dapat hadiah😂😂😂 suara hatiku mesem-mesem.

"Alhamdulillah  Bu hari ini Ayah dapat kado dari anak-anak" sahut suami dengan santainya sambil membuka bungkusan berisi sepatu laki-laki. Iya itu sepatu laki-laki. Mataku terbelalak. Hmmm.. Padahal udah GR tadi. 😅😅😅Ternyata itu kado dari anak-anak di kantor suami yang belum sempat dikasihkan karena suami keburu ke luar kota. Kebetulan bulan lalu suamiku memang ulang tahun.
"Ayah sibuk banget td, jadi maaf ya gk bisa kasih kado... " sahut suami seakan tau isi hatiku. 😅

Aku tersenyum. Ada perasaan geli karena tadi sempet kecele. Selesai makan malam dan membuka pintu kamar...ternyata ada kado istimewa yang sudah disiapkan. Sepasang sepatu dan tas yang senada warnanya. Dibungkus dengan tas jinjing. Sebaris pesan berupa untaian tulus cukup membuatku kembali brebes mili. Ya Allah terima kasih untuk kado terindah yaitu dua orang tercinta yang Engkau anugerahkan untukku..... Barakallahu.....

Selasa, 02 Juli 2019

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS GENRE

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS GENRE
Oleh : Syarifatul Musyarofah, S.Pd.

Di Tahun ajaran baru 2019-2020 hampir seluruh sekolah akan memberlakukan kurikulum 2013 di semua jenjang. Kurikulum 2006 yang semula masih diberlakukan di beberapa sekolah sudah harus beralih ke kurikulum 2013. Perubahan ini tentu berpengaruh terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya di kelas IX yang tahun sebelumnya, beberapa sekolah masih menggunakan kurikulum 2006.

Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 memiliki perbedaan dengan pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2006.  Perbedaan tersebut  terletak pada beberapa aspek. Aspek yang paling dominan yang membedakannya adalah pada kurikulum  2006, pembelajaran bahasa Indonesia berbasis komunikasi. Sedangkan pada kurikulum 2013 pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang menunjukkan bahwa Mapel Bahasa Indonesia berorientasi pada pengembangan materi berbasis genre.

Pembelajaran berbasis genre merupakan pendekatan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi para siswa.  Pembelajaran ini dianggap berhasil dalam mengembangkan kemampuan berbahasa siswa, terutama dalam kaitan dengan keterampilan membaca dan menulis. Hal tersebut sejalan dengan keterampilan yang harus dimiliki siswa abad 21 yaitu keterampilan dalam berpikir kritis, memiliki sikap kreatif, memiliki kemampuan kolaboratif, serta memiliki kemampuan berkomunikasi.

Terdapat  empat komponen pembelajaran berbasis teks yang terdapat dalam kurikulum 2013 yang dikenal dengan istilah 4C, yaitu cognitive (kognitif), content ( Konten), context,  dan communication (komunikasi). Hal tersebut  yang membedakan dengan pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2006 yang lebih menekankan hanya pada keterampilan berkomunikasi, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Konten yang diusung dalam kurikulum 2013 diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi siswa.

Teks dalam bahasa Indonesia memiliki makna sebagai peristiwa berbahasa yang ada di masyarakat. Peristiwa berbahasa tersebut dapat berupa peristiwa  lisan maupun tulisan. Genre sendiri merupakan pengelompokkan dari suatu peristiwa komunikasi. Setiap peristiwa komunikasi memiliki tujuan komunikatif yang khas yang juga berbeda wujud komunikasinya. Wujud komunikasi ini ditentukan oleh masyarakat yang menghasilkan genre tersebut. (Swales, 2003)

Untuk memahami beberapa tipe teks ada beberapa prinsip yang bisa disepakati, yaitu (1) teks terbentuk karena tuntutan kegiatan sosial; (2) teks itu  memiliki fungsi/ tujuan sosial; (3) bentuk teks merupakan hasil konvensi; (4) kebahasaan (tata bahasa) suatu teks bersifat fungsional sesuai tujuan sosial; (5) bahasa teks, seperti kosa kata, tata bahasa, atau cirri lainnya tidak boleh diajarkan terpisah dari pertimbangan struktur teksnya (Biber & Conrad, 2009).

Genre berkenaan dengan fungsi dan tujuan sosial, struktur, dan ciri kebahasaan suatu teks. Oleh sebab itu pendekatan berbasis genre juga terkadang disebut berbasis teks. Pemahaman terhadap karakteristik teks, baik itu fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaan dapat mempermudah siswa dalam mendalami, memproduksi, maupun mengkreasikan teks-teks itu di dalam konteks keperluan hidup sehari-hari siswa.

Teks merupakan kegiatan sosial, tujuan sosial. Ada tujuh jenis teks sebagai tujuan sosial, yaitu laporan (report), rekon ( recount), eksplanasi ( explanation), eksposisi (exposition, discussion, response or review), deskripsi (description), prosedur (procedure), dan narasi (narrative).

Ketujuh teks tersebut di dalam kurikulum 2013 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia diturunkan ke dalam jenis-jenisnya yang spesifik, yaitu kelas VII meliputi teks deskripsi, cerita fantasi, prosedur, laporan observasi, puisi rakyat, surat, dan cerita rakyat. Sedangkan materi untuk kelas VIII, yaitu teks berita, iklan, eksposisi, puisi, eksplanasi, ulasan, persuasi, dan teks drama. Selanjutnya untuk materi kelas IX meliputi teks laporan, pidato, narasi, tanggapan, diskusi, dan cerita inspirasi.
Untuk memudahkan di dalam pendalamannya sekian jenis-jenis teks tersebut dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua tipe, yakni (1) teks yang berbasis fakta dan (2) teks yang berbasis imajinasi. Teks berbasis fakta antara lain , meliputi teks deskripsi, teks prosedur, teks laporan, surat, berita, iklan, eksposisi, eksplanasi, ulasan, pidato, narasi (biografi, pengalaman), tanggapan, diskusi, dan cerita inspirasi-faktual. Sedangkan teks berbasis imajinasi, antara lain meliputi cerita fantasi, puisi rakyat, cerita rakyat, puisi, drama, narasi (Cerpen, novel), dan cerita inspirasi-imajinatif.

Penentuan keragaman teks dapat dilihat dari tiga hal. yaitu fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaan. Dari segi fungsi, sebuah teks dapat memiliki fungsi yaitu  menggambarkan (describing), menceritakan                   ( narrating), menjelaskan (explaining), memerintah (instructing), dan meyakinkan (arguing). Sedangkan dari segi struktur dapat dilihat dari susunan dan urutan penyajian. Kemudian dari segi kaidah kebahasaan dapat dilihat dari jenis kalimat dan pilihan  kata.

Berkaitan  dengan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre) yang telah dipaparkan di atas, maka tugas guru bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 ini harus mampu mengajarakan kepada siswa bahwa setiap teks memiliki perbedaan baik dari segi struktur, fungsi, dan kebahasaan. Guru pun harus mampu menggali potensi siswa untuk berpikir  kritis dengan mengawali setiap teks sesuai dengan konteks apa, mengapa, siapa, kapan, bagaimana dan untuk apa  teks itu dipelajari siswa. Selain itu setiap teks diawali dengan kemampuan berpikir kritis sesuai dengan tahapan dalam taksonomi bloom yaitu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan dalam kaitannya dengan pengunaan bahasa Indonesia secara efektif pada ragam sastra maupun nonsastra. Sehingga pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (genre) dapat meningkatakan kemampuan berbahasa secara kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.