Senin, 31 Oktober 2016

Tatapan Manusia

Tatapan Manusia

Wahai manusia pecinta
Kau pandang penuh kasih terhadap sesama
Menebar benih cinta
merangkul dengan jiwa
Tak membedakan tak jua merendahkan
Semua di matamu sama

Wahai manusia pendusta
Kau tipu sesama dengan tabiat nista
Kau makan daging sesama
Menggunjingkannya tanpa merasa berdosa
Gajah di pelupuk mata tak nampak
Sibuk mencela tanpa mencerna

Mata pecinta penuh suka cita
Penebar suasana bahagia
Mata pendusta penuh kebencian
Penebar dengki yang bertambah nian

Pecinta dan pendusta dua-duanya ada
Berkelindaan di sekitar kita
Pecinta dan pendusta
Dua-duanya hanya tafsiran kita...

2 komentar:

  1. wow puitis euy. penerus pak ma'mur nih hehehe..
    hebat blogmu udah punya niche. very good

    BalasHapus
  2. Hihihi aduh kaget udah ada yang mampir. Makasih banyak Bu Yay...masih belajar dari masternya blog nih...jangan kapok buat ngajarin lagi ya...:)

    BalasHapus