Tatapan Manusia
Wahai manusia pecinta
Kau pandang penuh kasih terhadap sesama
Menebar benih cinta
merangkul dengan jiwa
Tak membedakan tak jua merendahkan
Semua di matamu sama
Wahai manusia pendusta
Kau tipu sesama dengan tabiat nista
Kau makan daging sesama
Menggunjingkannya tanpa merasa berdosa
Gajah di pelupuk mata tak nampak
Sibuk mencela tanpa mencerna
Mata pecinta penuh suka cita
Penebar suasana bahagia
Mata pendusta penuh kebencian
Penebar dengki yang bertambah nian
Pecinta dan pendusta dua-duanya ada
Berkelindaan di sekitar kita
Pecinta dan pendusta
Dua-duanya hanya tafsiran kita...
wow puitis euy. penerus pak ma'mur nih hehehe..
BalasHapushebat blogmu udah punya niche. very good
Hihihi aduh kaget udah ada yang mampir. Makasih banyak Bu Yay...masih belajar dari masternya blog nih...jangan kapok buat ngajarin lagi ya...:)
BalasHapus