Rabu, 11 Oktober 2017

Etalase Hujan

Hujan di beranda. Deras menjatuhkan segenap yang tumpah. Air dari langit mengguyur seisi bumi basah. Subhanallah... Kekuatan maha dahsyat dari sang Maha berkehendak. Tetesannya tidak satu tapi milyaran bahkan tak terhitung luas jagat. Membentuk garis vertikal, indah seperti melodi yang berbaris. Kadang meliuk mengikuti hembusan angin.

Senja dan hujan yang kesekian. Tanah basah,  air menggenang. Rumput tersenyum,  berbisik dahagaku hilang katanya.  Aku hanya menatap dari jendela kamar. Tersenyum, ritme yang menawan. Meski hari ini delapan hari sudah terpaksa bedrest. Dan aku hanya bisa menatap hujan dari balik kamar.  Ah... Sederas apa pun engkau pasti ada masanya reda.

Begitu pun sakitku kali ini. Dua orang dokter dengan diagnosa yang sama. Infeksi lambung. Tapi aneh,  empat hari tak kunjung reda. Akhirnya suami membawaku ke sebuah rumah sakit dan terpaksa harus diambil darah. Hasilnya positif tifus. Lima hari total kembali harus bedrest. Ultimatum dokter tak boleh melakukan aktivitas apa pun selain berbaring dan ke kamar mandi. Hiks... Menyiksa sekali rasanya. Aku yang terbiasa dengan berbagai aktivitas terpaksa harus mematuhinya. Untungnya,  dokter memperbolehkanku dirawat di rumah. Sungguh,  aku trauma masuk rumah sakit. Aku ingat almarhum Bapak. Aku gak mau dirawat di rumah sakit.

Pekerjaan rumah dihandle suami dan anakku. Mereka berbagi tugas,  kompak sekali. Ayah menyediakan semua kebutuhanku,  menyiapkan makananan dan minum untuku. Anakku membantu mencuci dan membersihkan rumah. Begitu pun Ibu mertua memasakkan sup dan menu yang harus kumakan. Adik ipar tak kalah membantu. Setiap hari harus menggantikanku mengantar jemput anakku. Ah...Adakah kawan sejati selain keluarga?

Murid-muridku tak kalah membuatku terharu. Setiap hari menanyakan kabar dan mendoakanku. Mereka sampai blusukan mencari alamat rumah hanya untuk menjengukku. Oh dear Allah mereka adalah mutiara bangsa. Dibalik sikap dan kelakuan mereka yang kadang membuat kita mengelus dada,  ternyata selalu ada kebaikan di dalamnya. Betapa aku kangen.. Kangen mereka.

Pekerjaan sekolah terpaksa ditunda. Ayah selalu kasih aba-aba kalau aku tak boleh melakukan apa-apa. Tifus memang menyebalkan. Badan begitu lemas sehingga meskipun otak kita meminta tubuh kita bekerja,  tetap badan kita lemah melakukannya. Bersyukur pihak sekolah bisa mengerti dan memberikan toleransi untuk aku bisa istirahat total. Hatur nuhun untuk pimpinan sekolah, kurikulum,  dan seluruh staf SMP PGRI 4 Cimahi terkhusus my dearest  Bu Rini Suryantini. Maaf merepotkan ya...

Lalu penyakit apakah tifus itu? Ini hasil googlingku untuk mengobati rasa penasaran dan keras kepalanya aku kenapa sih harus bed rest?

Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus. Pada minggu pertama, kuman dari tifus hanya bisa dilihat dari feses. Lalu pada minggu kedua baru bisa diketahui lewat darah karena infeksi yang ada di usus sudah masuk ke dalam pembuluh darah. Dan pada minggu ketiga diagnosis bisa terlihat positif di urin.

Selain itu yang menjadi ciri paling khas dari tifus adalah melihat jumlah leukositnya (sel darah putih). Umumnya jika suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan menyebabkan jumlah leukositnya meningkat, tapi tidak begitu pada penyakit tifus.

Gejala yang biasa muncul dari penyakit tifus adalah badan panas atau demam selama beberapa hari terutama siang dan malam, rasa sakit di perut bagian kiri, lidah bagian tengah berwarna putih tapi pinggirnya merah serta terjadi perubahan pola buang air besar (BAB).

Kenapa perlu istirahat yang cukup di tempat tidur?

Penyembuhan penyakit tifus ini adalah untuk menghilangkan bakteri yang masuk di tubuh. Karena itu penderita harus istirahat total dan tidak banyak bergerak agar panas badan cepat turun.

Jika banyak bergerak bisa membuat suhu badan naik dan kuman akan terus berkembang biak masuk ke dalam darah. Banyak bergerak juga tidak baik karena orang dengan tifus sedang mengalami masalah ususnya yang sedang ringkih yang bisa makin sakit jika banyak gerak.

Yang tak kalah penting selama proses penyembuhan dari sakit tifus adalah asupan makanan. Jangan harap makanan yang pedas dan bersantan bisa dinikmati karena hukumnya dilarang. Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lembut dan mudah dicerna. Seperti bubur, kentang yang dikukus,  biskuit. Hindari juga makanan yang bertekstur keras dan berserat tinggi. Ingat.. Usus sedang dalam pemulihan jadi tidak boleh bekerja terlalu keras. Alternatif  buah yang bisa dikonsumsi adalah melon,  pepaya, dan pisang.

Ah hujan di beranda sudah mulai reda. Ya Allah jauhkan kami dari segala penyakit berbahaya. Seperti hujan yang Engkau turunkan ya Rabb.. Semua adalah kehendakMu. Tiap tetesnya membawa rahmat bagi semesta. Begitu pun setiap penyakit yang Allah timpakan,  semata-mata agar kita berpikir untuk selalu bersyukur dan bersyukur...

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?




DAFTAR PUSTAKA

http://m.detik.com/health/read/2011/05/27/151959/1648666/763/kenapa-orang-tifus-tidak-boleh-banyak-bergerak










4 komentar:

  1. semoga cepat sembuh ya mbak, pulih seperti sedia kala
    terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  2. Aamiin hatur nuhun Mbak Wid... Sama2 terima kasih juga ilmu dari Mbak Wid..

    BalasHapus
  3. beneran sakit ini teh ? GWS yah.
    ah aku semakin suka tulisan-tulisanmu. renyah, mengalir, inspiratif

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah sudah membaik say... Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Miss u..

    BalasHapus