Senin, 25 September 2017

KARENA SAYA SEORANG IBU

Ketika ditanya peristiwa apa yang paling berkesan dalam hidup tentu saya akan menjawab peristiwa ketika saya merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu.  Ya.. Sebuah anugerah terbesar dalam hidup telah Allah karuniakan untuk saya dan suami. Empat belas tahun yang lalu telah lahir seorang puteri kami, penghibur hati kami.

Kelahiran putri kami memberi warna tersendiri di hati kami. Rasa tanggung jawab menjadi orang tua seolah begitu terasa. Amanat dari Illahi untuk menjaganya sebaik-baiknya. Mendidiknya dengan kasih sayang sehingga terbentuk pribadi yang sholehah dan berahlak mulia,  serta berguna bagi nusa, bangsa,  dan agama.

Ada pepatah yang mengatakan kita tak pernah tahu perjuangan sebenarnya seorang ibu sampai kita benar-benar merasakan menjadi seorang ibu.  Kini,  pepatah itu begitu terasa. Perjuangan ibu kita dahulu ketika berjuang mengasuh,  mendidik,  dan membesarkan dari dalam kandungan hingga seperti saat ini benar-benar saya rasakan. Terlebih ibu adalah madrasah pertama dalam keluarga. Tumbuh kembang seorang anak menjadi perhatian khusus seorang ibu tanpa mengurangi nilai perhatian seorang ayah.

Kesabaran dan cinta kasih seorang ibu tak terbatas. Setiap saat setiap detik,  doa-doa terhantar untuk orang-orang terkasih. Memberikan segala yang terbaik tanpa meminta balas jasa.

Kini empat belas tahun sudah putriku tumbuh menjadi remaja. Kadang rindu sekali, ingat masa-masa kecilnya dulu.  Rindu celotehnya mengeja kata ayah dan ibu. Kadang rindu tangisnya yang membangunkan kami tengah malam,  mengganti popoknya,  atau menyeduh susu untuknya. Ya waktu seolah berjalan begitu cepat. Saya merasa semakin tua dan belum memberi apa-apa. Saya hanya selalu berusaha mendampinginya,  berada di dekatnya, dan menjadi sahabatnya. Mendidiknya dengan sepenuh jiwa agar ia bisa belajar dari semesta.

Saya sadar menjadi ibu di era milenial begitu berat tantangannya. Namun,  saya percaya Allah selalu memberikan kemudahan dan kekuatan untuk selalu bisa menemukan jalan keluar dari setiap permasalahan. Kekuatan seorang ibu menjadi benteng yang kuat untuk seorang anak. Tetap semangat untuk seluruh ibu di Indonesia... dari rahimmu lahir generasi-generasi hebat yang bisa membuat negeri ini menjadi bermartabat.

4 komentar:

  1. Seperti inikah yang dirindukan semua ibu pada anaknya yang sudah dewasa?? jadi kangen mamak...

    BalasHapus
  2. Benar sekali Mas Septian... Setiap ibu akan selalu merindukan anak-anaknya. Udh sungkem belum sama mamaknya😀

    BalasHapus
  3. Akan sampai masanya aku merasakan apa yang mba tuliskan,,,sekarang masih menikmati rengekan demi rengekan balita,,hehe

    salam kenal mbaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe sip Mbak Ana... Salam buat balitanya.. 😀

      Hapus