Rabu, 27 September 2017

SUDAH CEK SIM ANDA HARI INI?

Allah menegur saya dengan santun. Hari ini benar-benar merasakan kekurangan sebagai manusia. Rasa khilaf dan alpa sering kali menyerang. Termasuk sering sekali lupa terhadap sesuatu. Jadi teringat pepatah lama kalau sering lupa tandanya banyak dosa. Ah.. Pepatah itu bisa dijadikan bahan introspeksi untuk banyak beristigfar dan membenahi diri.

Saya lirik kembali SIM C yang ada di genggaman.  Tertera 3 Juli 2017. Hiks itu artinya saya sudah melewatkan masa berlakunya SIM dan kembali harus berurusan dengan prosedur birokrasi. Ah... rasa malas mulai menyeruak. Bagaimana bisa saya melewatkan tanggal penting itu? Sementara membayar pajak STNK tahunan saya ingat.  Ya.. itulah manusia. tempatnya khilaf dan alpa. Saya akui SIM itu tak beranjak sedikit pun dari dompet. Dia selalu duduk manis karena memang lima tahun ini saya tidak pernah ditilang. Jadi selama lima tahun itu SIM duduk manis nyaris tak tersentuh hingga akhirnya diri ini tersadar kalau SIM saya sudah masuk waktu kadaluarsa. Salah satu teman mengingatkan telat satu hari pun, harus buat SIM yang baru. Saya menghela napas, semua harus dihadapi.

Pagi-pagi sekali saya sudah tiba di kantor kepolisian. Waktu masih satu jam lagi loket baru dibuka. Seorang polisi menghampiri menanyakan keperluan saya.

"Ibu mau bikin SIM baru?  Sudah janji dengan orang di dalam atau belum? Tanyanya menghampiri.
"Iya Pak,  saya mau buat SIM baru. Tapi saya gak ada janji dengan siapa-siapa. "Sahut saya masih sedikit bingung dengan pertanyaannya.
"Ibu sendiri? Yakin mengurus semuanya sendiri?" Tanyanya kembali dengan nada heran.
"Betul Pak, saya mau urus sendiri semuanya. " Sahut saya berusaha meyakinkan.
"Ibu sudah buat sertifikat?"Tanyanya kembali.
Saya semakin tak mengerti. Saya gelengkan kepala sambil menegaskan kalau saya mau mengurus sesuai prosedur saja.  Beliau pun mengangguk dan menunjukkan arah tempat dimana saya harus cek kesehatan.

Jadi teman-teman sertifikat itu berisi hasil tes mengemudi kita. Jadi kalau kita mau buat SIM dengan sertifikat itu serangkaian tes yang akan kita jalani lebih mudah. Dalam hati saya tetap berkeyakinan untuk mengikuti serangkaian tes itu tanpa sertifikat. Langkah pertama saya adalah menuju ruang praktik dokter umum yang telah ditunjuk untuk dites kesehatan.

Setelah mendapat surat keterangan sehat,  saya melangkah menuju loket pendaftaran. Di loket itu saya diberi nomor antrean untuk menuju loket dua.  Di loket dua nama kita akan dipanggil,  dan petugas mencatat data kita di komputer. Setelah dari loket dua,  saya menuju loket tiga untuk pemotretan. Nama kita akan dipanggil kemudian kita masuk ke bilik untuk difoto, sidik jari,  dan tanda tangan.  Setelah itu,  saya menuju loket 4. Di sini kita harus menunggu terlebih dahulu untuk melakukan tes.
Ada tiga tes yang harus dijalani, yaitu:
1. Tes teori yang berisi 30 soal tentang pengetahuan berlalu-lintas yang baik. Nilai di tes ini dinyatakan lulus jika bisa menjawab minimal 21 soal.

2. Tes simulasi
 Bagi yang sudah terbiasa bermain game balapan motor mungkin akan terbiasa. Tapi bagi saya yang mengikuti tes simulasi dengan motor kopling rasanya agak kaku dan canggung. Saya pikir tes simulasinya memakai motor matik. Hehehe... Alhasil saya tidak lulus di tes simulasi.

3. Tes mengemudi
Karena saya tidak lulus di tes simulasi. Saya harus mengulang kembali tesnya di minggu depan. Tapi bagi yang lulus tes simulasi bisa melanjutkan ke tes mengemudi. Di tes mengemudi itu sudah dipersiapkan jalur yang akan kita lewati beserta rambu- rambu yang harus dipatuhi.

Jika serangkaian tes itu sudah dilewati maka kita tinggal ambil pencetakan SIM baru di bagian loket yang sudah disediakan. Nah, agar kejadian yang saya alami tidak terulang sudahkah teman-teman mengecek tanggal habis berlaku SIM?   Kalau sudah dicek tandai di kalender ya atau dicatat di ponsel kita.


4 komentar:

  1. biasanya sim abis berdasarkan tanggal ulang tahun lohh mak..

    BalasHapus
  2. Justru itu Mas Tian... Klo ultah inget klo SIM gk inget dan lupa klo habisnya tahun ini.. Faktor usia ternyata. Hihihi

    BalasHapus
  3. Sebuah pengalaman berharga untuk saya yang belum punya sim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Wid sudah mampir... Hihihi pengalaman telak nih Mbak.. 😅

      Hapus