Judul
Buku : Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit :
Bentang Pustaka
Cetakan
keenambelas : Februari 2017
Tebal
Halaman : xvii+396 halaman
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Novel berikutnya karya Andrea
Hirata yang mengundang penasaran untuk dibaca adalah novel “Ayah”. Halaman sampul
bergambar seorang ayah bersama anak laki-laki yang memegang kembang gula dengan
sepeda berhias balon di bagian setirnya seolah memunculkan pertanyaan tentang isi dalam novel
ini. Figur seorang ayah seperti apakah yang ingin digambarkan Andrea Hirata
dalam novel ini? Apakah ada kaitannya dengan novel-novel sebelumnya? Rasa
penasaran itulah yang mendorong untuk tak sabar segera membaca novel ini.
Novel “Ayah” berkisah tentang cinta
sejati dan perjuangan seorang ayah bernama Sabari kepada Marlena dan Zorro
anaknya. Cinta sejati yang dibawanya hingga tutup usia. Perjuangan seorang ayah
yang dapat menginspirasi kaum ayah saat ini. Dengan cinta dan pengorbanannya memberikan
kasih sayang kepada orang-orang tercinta dengan penuh ketulusan. Cinta tanpa
Syarat itulah yang dicoba diusung dalam novel ini. Peran dan kasih sayang yang
diberikan seorang ayah ternyata memberikan pengaruh yang luar biasa pada diri
sang anak. Sabari yang sangat senang dengan kehadiran zorro, semakin bersemangat
dan berusaha memberikan segala yang terbaik untuk anaknya. Menyandang gelar “Ayah”
adalah anugerah luar biasa yang disyukuri Sabari. Tidak ada kesenangan dunia
yang bisa mengalahkan kebersamaan Sabari dan Zorro. Di tengah kemiskinan dan kesederhanaan
hidupnya, Sabari selalu memberikan kebahagiaan untuk Zorro, termasuk
kebiasaannya bercerita dan membacakan
puisi untuk Zorro. Namun, ketulusan cinta Sabari tidak disambut oleh Marlena. Perpisahannya
dengan Marlena dan Zorro adalah pukulan telak dalam kehidupan Sabari.
Kehidupannya hancur namun dua orang sahabatnya yaitu Ukun dan Tamat akhirnya turut membantu
perjuangan Sabari.
Latar novel ini sebagian besar masih mengambil latar
di Pulau Belitong. Kehidupan Sabari di Pulau Belantik dan Marlena yang senang
sekali jalan-jalan ke enam kota di Pulau Sumatera tergambar dengan jelas.
Pembaca dapat mengetahui tempat-tempat yang dikunjungi Marlena lewat
puisi-puisi yang dibuat Zorro. Kebiasaan menulis puisi yang diwariskan Sabari
kepada Zorro adalah juga kebiasaan yang diturunkan Insyafi kepada Sabari.
Insyafi adalah ayah Sabari yang membesarkannya dengan puisi juga.
Membaca keseluruhan novel ini
rasanya pembaca diajak untuk berlompatan dari waktu ke waktu. Kisah masa lalu
Amiru, Sabari, dan Marlena terbentang dengan rinci kemudian ditutup dengan manis di bagian
akhir khas Andrea Hirata. Namun, ada beberapa bagian cerita yang terlalu
singkat penyelesaiannya sehingga sedikit mengurangi kenikmatan membaca
novelnya. Termasuk pembaca sedikit terkecoh dengan penggunaan sudut pandang Zorro
dan Amiru dalam kisah ini. Lagi-lagi ini merupakan gaya khas Andrea Hirata. Selain
itu, berbeda dengan novel Tetralogi Laskar
Pelangi dan Dwilogi Padang Bulan,
dalam novel ini Andrea Hirata hanya berperan sebagai pencerita dari awal sampai
akhir. Gaya khas yang kocak dan menggelitik
pun tetap muncul dalam novel ini dengan kehadiran tokoh Ukun dan Tamat sebagai sahabat
Sabari.
Membaca novel ini mengajarkan kita
banyak hal. Tentang peran seorang ayah yang tak kalah penting dengan peran
ibu. Peran Ayah tidak hanya sebagai figur pencari nafkah keluarga, namun
sosok ayah adalah pemimpin dalam keluarga. Ayah juga menjadi pelindung, pemberi
teladan, motivator, pembimbing, bahkan sahabat
bagi seorang anak. Kisah dalam novel
ini mengajarkan kepada seluruh ayah tentang
ketulusan yang sesungguhnya bahwa seorang ayah akan melakukan segala yang terbaik untuk anaknya. Kasih
sayang ayah dan ibu akan sangat membantu tumbuh kembang seorang anak. Hal yang juga paling dibutuhkan bangsa Indonesia saat
ini yaitu keteladanan dari orang tua. Kehadiran, kasih sayang, dan keteladanan orang tua melahirkan
generasi-generasi yang beriman , bertakwa,
dan berakhlak mulia. Generasi-generasi hebat
yang siap memimpin negeri ini ke arah yang lebih bermartabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar