Suaranya tetap syahdu
Berbagi kabar
Rindu yang tersiar
Dalam bentangan jarak dan waktu
Kasih Ibu seperti anak-anak sungai yang tak henti mengalir
Dalam riaknya selalu ada doa
Mencecap dari jemari hingga ulu hati
Lelah, letihmu Ibu
di sepanjang perjalanan anak-anakmu
Bisakah kami membalas ketulusanmu?
Mampukah kami membalas perjuanganmu?
Adakah sedikit waktu kami bisa meluangkan waktu bersamamu?
Menemani hari-hari sepi di ujung usiamu Ibu..
Maafkan anakmu...
Malam ini kutelepon Ibu
Dalam dekap ingin kembali menangis
Betapa perjalanan ini tak mungkin terlalui tanpa berkah, doa, dan kasih sayang Ibu
Sedangkan puisi tak mampu menggantikan rindu
Malam ini kutelepon Ibu
Suara Ibu begitu jauh
namun doanya begitu dekat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar