Kamis, 21 September 2017

Payung Teduh dan Hatiku Terenyuh


Jujur ya saya sering heran kok banyak banget yang suka dengan lagu-lagunya "Payung Teduh". Bahkan ada beberapa sahabat yang sering mendengarkan lagu "Akad" di playlist mereka.  Nama grup musiknya saja saya baru dengar. Lagunya pun saya dengar samar-samar dari senandung anak saya.  Ternyata hari ini ketika saya melihat video klipnya, hiks saya pun jatuh cinta sama lagu "Akad" tersebut.

Video klipnya keren banget. Mengisahkan seorang Bapak paruh baya yang bekerja sebagai sopir taksi. Dia selalu mengantar penumpang yang beragam. Ada sepasang kekasih yang berbahagia karena akan melamar pasangannya, ada keluarga kecil yang bahagia dengan anaknya yang menggemaskan,  ada tiga orang sahabat yang ceria dengan kebersamaannya,  juga ada penumpang yang tengah bersedih karena masalah yang dihadapinya. Namun,  beragam penumpang itu dilayani dengan penuh senyuman dan kebaikan oleh Bapak paruh baya itu.

Di akhir video klip lagu tersebut,  tiba-tiba mata saya berlinang.  Bapak paruh baya itu mendapat kejutan dari putri tercintanya. Sebuah perayaan kecil tersaji. Perayaan ulang tahun pernikahan yang ke-25. Ada foto seorang perempuan di antara mereka. Wajah Bapak paruh baya itu tak kuasa menahan kesedihan. Memandang foto mendiang istrinya. Menatap foto itu penuh kasih. Sang putri tercinta pun menuntun ayahandanya untuk duduk dan meniup lilin perayaan.

Tiba-tiba saya tertegun. Hiks brebes mili ya Allah umur manusia ada di tanganMu..

Payung Teduh - Akad

Betapa bahagianya hatiku saat
Ku duduk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku

Namun bila hari ini adalah yang terakhir
Tapi ku tetap bahagia
Selalu kusyukuri
Begitulah adanya

Dan bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Membuat kau bersedih

Bila nanti saatnya t'lah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam teriknya hujan
Berlarian ke sana ke mari dan tertawa

Namun bila saat nanti senja tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudikah kau temani diriku

Dan bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
dan buat kau bersedih

Bila nanti saatnya t'lah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam teriknya hujan
Berlarian ke sana ke mari dan tertawa

Namun bila saat berpisah tlah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku

Sudilah kau menjadi temanku
Sudilah kau menjadi istriku

4 komentar:

  1. Waktu jaman kuliah, saya suka banget nonton konser Payung Teduh. Meski tempat konser rame banget tapi pas mereka performance suasana jadi teduh, adem gegara lagu2nya yang slow dan menghanyutkan. Hehe... jadi nostalgia :D

    BalasHapus
  2. Teeima kasih Mbak Agil sudah mampir... Salam kenalπŸ™πŸ™

    BalasHapus
  3. Ih, baru kemarin aku nonton videonya di YouTube, dan emang ngena banget...

    BalasHapus
  4. Iya dalem bgt ya teh Nazfa... 😊

    BalasHapus