Gerakan literasi yang saat ini tengah digencarkan pemerintah tentu membawa angin segar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Gerakan ini seolah membangunkan masyarakat Indonesia dari tidur panjangnya. Semangat untuk menggelorakan membaca dan menulis menjadi sebuah budaya adalah tujuan yang diharapkan dari program ini. Gerakan ini kini menjadi virus yang menyebarkan aroma positif dalam upaya menumbuhkan generasi yang berkarakter.
Kemampuan baca-tulis sangat berkaitan erat. Semakin seseorang mahir membaca maka akan semakin mahir menulis. Pengertian menulis menurut Henry Guntur Tarigan (1986:15) adalah kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Kemampuan menulis tidak lahir secara instan. Kemampuan ini membutuhkan latihan yang terus menerus. Semakin banyak berlatih maka akan lahir menjadi sebuah keterampilan. Kemampuan menuangkan gagasan atau pikiran ke dalam bentuk tulisan harus disertai juga dengan kemampuan membaca. Menulis tanpa membaca seperti berjalan tanpa cahaya. Semakin sering kita membaca maka kemampuan dalam mengungkapkan ide ke dalam bentuk tulisan akan sangat terbuka lebar. Seorang penulis tidak akan kehabisan ide karena memiliki referensi yang banyak. Semakin banyak buku yang dibaca maka akan semakin mengalir ide dalam tulisan.
Salah satu komunitas yang turut menghidupkan Gerakan Literasi di negeri ini adalah Komunitas ODOP. Komunitas ini selain sebagai salah satu wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi dalam dunia kepenulisan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menghembuskan semangat literasi. One Day One Post tentu memiliki tantangan tersendiri bagi setiap anggotanya. Kemampuan mengungkapkan nalar, ide, dan pengetahuan ke dalam bentuk tulis menjadi magnet yang menantang. Satu hari minimal satu tulisan akan sangat merangsang setiap anggotanya untuk berpikir dan terus berkarya.
Melalui komunitas ODOP manfaat menulis akan sangat dirasakan oleh anggotanya. Dengan menulis berarti mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional. Saat melatih otak kiri, otak kanan akan bebas mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Dengan demikian, menulis dapat menyingkirkan hambatan mental dan memungkinkan seseorang menggunakan semua daya otak untuk memahami diri, orang lain, serta dunia sekitar dengan lebih baik.
Menulislah maka namamu akan selalu dikenang. Seperti yang disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat. Menulis adalah bekerja untuk keabadian". Menulis juga bagian dari ibadah dengan menuangkan kebaikan melalui sebuah tulisan sehingga pembaca dapat memetik hikmahnya. Menulislah... agar diri kita lebih bermanfaat.
yuk hidipkan kembali dunia literasi, mulai dari diri sendiri
BalasHapusSetuju Kang.. Salam literasi😄
HapusSetuju Kang.. Salam literasi😄
Hapus"Gile lu, Ndro!" kata Om Kasino. Alias keren banget :)
BalasHapusHatur nuhun🙏
Hapus